Kenali Stres Secara Tepat

Kenali Stres Secara Tepat


Apa itu stres?

Dalam menjalani aktivitas keseharian, individu sangat rentan mengalami situasi dan kondisi yang membuat dirinya merasa tidak nyaman dan tertekan. Kondisi tersebut mungkin saja membuat individu tersebut merasa tidak berdaya, nafsu makan hilang atau sebaliknya, sulit tidur (insomnia), bahkan tidak semangat dan tidak mampu berkonsentrasi dalam melakukan aktivitas keseharian. Respon-respon yang dialami orang tersebut merupakan salah satu indikasi mengalami "STRES." Stress merupakan bentuk ketegangan secara fisik, psikis, emosi maupun mental yang dirasakan individu. 
 Kondisi-kondisi yang menyebabkan individu merasa stres atau sumber stres itu sendiri disebut dengan stressor. 

 Adapun cara yang dapat ditempuh individu untuk mengatasi stres yang dialaminya disebut dengan COPING STRES. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai coping stres, terlebih dahulu pembahasan difokuskan terhadap kata "COPING". Coping adalah suatu upaya kognitif (mengolah informasi) dan behavioral (tindakan/perilaku) untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan situasi di dalam kehidupan, khususnya situasi yang sifatnya menekan individu. Kegunaan coping dalam mengatasi stres adalah untuk memperoleh rasa aman dan nyaman. Lazarus dan Folkman (1984) yang terkenal dengan teori coping stresnya menjelaskan bahwa coping yang efektif adalah coping yang mampu membantu individu mentoleransi, menerima, dan melakukan penyesuaian dengan situasi menekan sehingga situasi tersebut tidak dinilai mengancam. Jadi, bisa dikatakan bahwa coping merupakan penetral psikis individu ketika berada pada situasi yang menekan/situasi yang tidak diinginkan sehingga mampu menciptakan situasi yang diinginkan/situasi yang membuat nyaman.

 Apa itu Coping Stres?

Sarafino (2006) menjelaskan bahwa coping stress merupakan suatu proses dimana individu melakukan usaha untuk mengatur/mengolah situasi yang dinilai/dipersepsikan mengalami kesenjangan antara usaha/keinginan dan kemampuan/kenyataan. Terdapat pula ahli yang menjelaskan bahwa coping stres adalah perilaku individu teramati/tidak teramati yang dilakukan untuk mengurangi dan menghilangkan ketegangan psikis yang dialami. Intinya, coping stres digunakan individu untuk mengatasi stres/ketengangan yang dialaminya. Coping stres ada 2 jenis yang dipaparkan oleh Lazarus dan Folkman (1984), yaitu coping yang berfokus pada emosi dan coping yang berfokus pada masalah. Berikut penjelasan kedua jenis coping tersebut:

1. Coping yang berfokus pada emosi (Emotional-Focused Coping), bertujuan untuk melakukan kontrol terhadap respon emosional terhadap situasi penyebab stres, baik secara behavioral maupun kognitif. Biasanya ketika individu memiliki persepsi/penilaian bahwa stresor yang ada tidak dapat diatasi atau diubah maka individu tersebut akan memilih coping jenis ini. Berikut aspek-aspek dari coping yang berfokus pada emosi:
a. Self Control, merupakan suatu bentuk dalam penyelesaian masalah dengan cara mengendalikan dri, menahan diri, mengatur perasaan/emosi, dan selalu teliti dan tidak tergesa dalam mengambil tindakan.
b. Seeking Social Support (For Emotional Reason), adalah suatu cara yang dilakukan individu dalam menghadap masalahnya dengan cara mencari dukungan sosial pada keluarga atau lingkungan sekitar, bisa berupa simpati, perhatian, tempat curhat.
c. Positive Reinterpretation, respon dari suatu individu  dengan cara mencoba mengambil pandangan positif dari sebuah masalah (hikmah),
d. Acceptance,berserah diri, individu menerima apa yang terjadi padanya atau pasrah, karena dia sudah beranggapan tiada hal yang bisa dilakukannya lagi untuk memecahkan masalahnya.
e. Denial (avoidance), pengingkaran, suatu cara individu dengan berusaha menyanggah dan mengingkari dan melupakan masalah-masalah yang ada pada dirinya

2. Coping yang berfokus pada masalah (Problem-Focused Coping), bertujuan untuk mengurangi dampak dari situasi stres atau memperbesar sumber daya dan usaha untuk menghadapi stres. Lazarus dan Folkman (1984) menjelaskan bahwa individu cenderung menggunakan jenis coping ini ketika individu memiliki persepsi bahwa stressor yang ada dapat diubah/diatasi. Berikut sspek-aspek dari coping ini:
a. Distancing, ini adalah suatu bentuk coping yang sering kita temui yaitu usaha untuk menghindar dari permasalahan dan menutupinya dengan pandangan yang positif, dan seperti menganggap remeh/lelucon suatu masalah .
b. Planful Problem Solving, atau perencanaan, individu membentuk suatu strategi dan perencanaan menghilangkan dan mengatasi stress, dengan melibatkan tindakan yang teliti, berhati-hati, bertahap dan analitis.
c. Positive Reapraisal, yaitu usaha untuk mencari makna positif dari permasalahan dengan pengembangan diri, dan stategi ini terkadang melibatkan hal-hal religi.
d. Self Control, merupakan suatu bentuk dalam penyelesaian masalah dengan cara menahan diri, mengatur perasaan, maksudnya selalu teliti dan tidak tergesa dalam mengambil tindakan.
e. Escape, usaha untuk menghilangkan stress dengan melarikan diri dari masalah, dan beralih pada hal-hal lain, seperti merokok, narkoba, makan banyak dan lainnya.

Silahkan kenali stressor sehingga lebih cepat menyadari bahwa diri Anda mengalami stres. Setelah stressor telah ditemukan /dikenali maka saatnya melakukan coping stres untuk menjaga kesejahteraan psikologis kita. Piling jenis coping yang mana??? silahkan kenali stressornya dahulu baru kemudian memilih alternatif jenis coping yang akan digunakan. Selamat mencoba......

Sumber:
Lazarus, R.S & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. New York : McGraw-Hill, Inc.
Sarafino, E. 2002. Health psychology. England: John Willey and Sons. 

No comments for "Kenali Stres Secara Tepat"

Berlangganan via Email