Pengertian Observasi Lengkap - Psikolog Sekolah

Latest

Friday, July 12, 2019

Pengertian Observasi Lengkap

Pengertian Observasi Lengkap





A. Pengertian
Istilah observasi berasal dari bahasa Latin yang berarti "melihat" dan "memperhatikan". Istilah observasi diarahkan pada kegiatan memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul, dan mempertimbangan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut. Observasi seringkali menjadi bagian dalam penelitian berbagai disiplin ilmu, baik ilmu eksakta maupun ilmu-ilmu sosial. Observasi dapat berlangsung dalam konteks laboratorium maupun kontek alamiah.

Observasi diartikan pengamatan bertujuan untuk dapat data tentang suatu masalah sehingga diperoleh pemahaman atau dijadikan sebagai alat pembuktian terhadap informasi/keterangan yang diperoleh sebelumnya.

Observasi memungkinkan peneliti merefleksi dan bersikap introspektif terhadap penelitian yang dilakukannya. Impresi dan perasaan pengamat akan menjadi bagian dari data yang dapat dimanfaatkan untuk memahami fenomena yang diteliti.

Bagi seorang psikolog dan ilmuwan, observasi perlu dilakukan karena beberapa alasan:
1. Kemungkinan untuk mengukur banyak perilaku yang tidak dapat diukur dengan mengganakan alat. Hal ini banyak terjadi pada anak-anak.
2. Prosedur testing formal seringkali tidak ditanggapi serius oleh anak-anak sebagaimana orang dewasa sehingga sering onservasi menjadi metode pengukur utama.
3. Observasi dirasakan lebih mudah daripada cara pengumpulan data yang lain.

B. Tujuan Observasi
Adapun tujuan observasi bagi seorang psikolog/ilmuwan pada dasarnya adalah sebagai berikut:
1. Untuk keperluan asesmmen awal dilakukan di luar ruang konseling, misalnya: ruang tunggu, halaman, kelas, ruang bermain.
2. Untuk menentukan kelebihan dan kelemahan observasi, dan menggunakan kelebihan tersebut untuk meningkatan kelemahan klien.
3. Untuk meransang rencana individual bagi klien berdasarkan kebutuhannya.
4. Sebagai dasar/titik awal dari kemajuan klien.
5. Bagi anak-anak, untuk mengetahui perkembangan anak pada tahap tertentu.
6. Untuk memecahkan masalah yang berhubungan dengan klien.
7. Digunakan dalam memberi laporan pada orang tua, guru, dokter, dan lain-lain.
8. Sebagai informasi status anak/remaja di sekolah untuk keperluan bimbingan dan konseling.

Dikutip dari:
Iin Tri Rahayu dan Tristiadi Ardi Andani. Observasi dan Wawancara




Baca juga

No comments:

Post a Comment