Metode Pencatatan Observasi

Metode Pencatatan
OBSERVASI


METODE PENCATATAN OBSERVASI

1. Anecdotal Record = Daftar Riwayat Kelakuan

Berisi catatan mengenai perilaku-perilaku luar biasa yang dianggap penting (typical behavior). Biasanya digunakan untuk mengamati perilaku  secara mendetail mengenai tugas tertentu yang memiliki keunikan. Prinsip anecdotal record adalah pencatatan dilakukan segera (secepatnya setelah peristiwa terjadi) tentang apa dan bagaimana kejadiannya (faktual), bukan bagaimana menurutnya (interpretatif). Keuntungan metode pencatatan ini  observer dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai apa yang diamatinya. Kekurangannya  umumnya  waktu  yang  digunakan  lama.


2. Catatan Berkala

Berisi catatan perilaku-perilaku subjek pada waktu-waktu tertentu dan jangka waktu tertentu (periodik), bisa jam, hari, minggu, bulan, tahun. Keuntungan : waktunya dapat diatur . Kekurangan : observer kemungkinan kehilangan momen-momen penting dari suatu perilaku, dan   kemungkinan kejadian spesifik yang terlupakan lebih besar.


3. Check List

Catatan yang berisi daftar nama Subjek dan faktor-faktor yang hendak diselidiki.


4. Rating Scale

Pencatatan gejala menurut tingkatannya. Ada tingkatan kemunculan (grading)

Contoh  1 : Melihat kerjasama tim

        Sangat Kooperatif    Cukup   Kurang   Tidak menunjukkan kerjasama

                   4             3             2             1

Contoh 2 :  Tidak cemas ----------------------------------  Cemas

Contoh 3 : Aspek menyapa teman :

        Tak pernah     Hampir tak pernah    Kadang-kadang     Sering      Selalu


5. Mechanical Devices

Pencatatan dengan menggunakan alat optik  (foto, one way screen, kamera, video shooter, CCTV )



CONTOH ANECDOTAL RECORD

Subjek tampak sibuk melayani tamu seorang ibu yang membawa map. Subjek menyerahkan uang pada ibu itu sambil berkata”Saya akan datang untuk Ta’ziah”.

Subjek lalu masuk ke dalam dan keluar lagi dengan membawa nampan dan dua gelas air putih. “Silahkan diminum lho Bu, seadanya” kata subjek. Ibu itu berkata

“Terima kasih, maaf saya buru-buru nih Sudah sore, Saya pamitan dulu” Subjek Lalu mengantar ibu itu sampai ke pintu. Setelah ibu itu tidak tampak lagi, Subjek masuk ke ruang lagi dan menyalakan tape recorder yang terletak di atas sebuah bangku.

Terdengar irama dangdut dari tape itu. Subjek menirukan nyanyian dengan suara keras lalu masuk ke kamar berganti baju. Subjek keluar kamar sudah mengenakan celana pendek dan baju yang berkerut bagian ujungnya, padahal tadi ia mengenakan hem kotak-kotak dan celana panjang.  Subjek bernyanyi dan menggoyang-goyangkan pinggulnya, berkata ”Asyik Yun lagunya, bisa ngurangi stres lho”.

Subjek mencopot rambut palsunya. Tampak kepala subjek botak dihiasi rambut tipis beruban. Sisa-sisa make up semalam jelas terlihat di muka subjek. Subjek menghampiri peneliti dan berkata dengan ekspresi marah karena ada temannya yang membuat rumor tentangnya. Ekspresi itu tiba-tiba berubah sendu ketika subjek berbicara soal agama.

Subjek berkata ”Andaikan Tuhan menciptakan A sebagai makhluk yang utuh, A gak akan seperti ini. A merasa kasihan pada orang tua tapi mereka belum bisa menerima A, dst”

No comments for "Metode Pencatatan Observasi"

Berlangganan via Email