Keterampilan dan Kualitas Konselor yang Efektif

Keterampilan dan Kualitas Konselor yang Efektif
 

Dalam beberapa tahun terakhir ini terdapat peningkatan jumlah riset yang bertujuan mengidentifikasikan kompetensi yang diasosiasikan dengan sukses dalam konseling dan psikoterapi. Bidang ini juga menyiratkan mengenai keterampilan dan kualitas konselor yang efektif harusnya seperti apa. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh McLeod (2008) yang mengatakan bahwa terdapat tujuh area kompetensi dari konselor sehingga dikatakan efektif dalam menangani kliennya.

1. Keterampilan interpersonal. Konselor yang efektif mampu mendemonstrasikan perilaku mendengar, berkomunikasi, empati, kehadiran (present), kesadaran komunikasi nonverbal, sensitivitas terhadap kualitas suara, responsivitas terhadap ekspresi emosi, pengambilalihan, menstruktur waktu, dan menggunakan bahasa.

2. Keyakinan dan sikap personal. Kapasitas untuk menerima yang lain, yakin adanya potensi untuk berubah, kesadaran terhadap pilihan etika dan moral. Sensitivitas terhadap nilai yang dipegang oleh klien dan diri.

3. Kemampuan konseptual. Kemampuan untuk memahami dan menilai masalah klien, mengantisipasi konsekuensi tindakan di masa depan, memahami proses kilat dalam kerangka skema konseptual yang lebih luas, mengingat informasi yang berkenaan dengan klien. Fleksibilitas kognitif, dan keterampilan dalam memecahkan masalah.

4. Ketegaran personal. Tidak adanya kebutuhan pribadi atau keyakinan irasional yang sangat merusak hubungan konseling, percaya diri, kemampuan untuk berkompromi dengan perasaan yang kuat dan tak nyaman dalam hubungan dengan klien, batasan pribadi yang aman. Tidak mempunyai prasangka sosial, etnosentrisme, dan autoritarianisme.

5. Menguasai teknik. Pengetahuan tentang kapan dan bagaimana melaksanakan intervensi tertentu, kemampuan untuk menilai efektifitas intervensi, memahami dasar pemikiran di belakang teknik, memiliki simpanan intervensi yang cukup.

6. Kemampuan untuk paham dan bekerja dalam sistem sosial. Termasuk kesadaran akan keluarga dan hubungan kerja dengan klien, pengaruh agensi terhadap klien, kapasitas untuk mendukung jaringan dan supervisi. Sensitivitas terhadap dunia sosial klien yang mungkin bersumber dari perbedaan gender, etnis, orientasi seks, atau kelompok umur.

7. Terbuka untuk belajar dan bertanya. Kemampuan untuk waspada terhadap latar belakang dan masalah klien. Terbuka teradap pengetahuan baru. Menggunakan riset untuk menginformasikan praktik.


Ukuran Efektifitas Seorang Konselor

Menurut Mappiare (2010), terdapat 4 hal yang menjadi ukuran seorang konselor dapat dikatakan efektif dalam menangani kliennya. Keempat hal tersebut mencakup: faktor-faktor pembeda umum, ciri-ciri khusus kemampuan konselor efektif, ciri-ciri khusus perseptual konselor yang baik, dan Konselor yang tidak efektif: perbedaanya dengan konselor yang intensional.

1. Faktor- faktor pembeda umum

Agaknya apa yang dikelompokkan oleh pakar konseling membantu kita menjawab pertanyan di atas. Shertzer dan Stone menyebutkan tiga kelompok factor umum untuk melihat keefektifan konselor, yaitu pengalaman, tipe hubungan konselor, dan factor- factor nonintelektif.

a. Pengalaman. Banyak bukti yang mendukung bahwa pengalaman merupaka variable yang paling penting bagi keefektifan konselor. Pengalaman yang banyak dan luas konselor akan mendukung kelancaran proses konseling. Carl Rogers (1962) menunjukkan bahwa semakin berpengalaman konselor, maka ia semakin congruence, empathy, and unconditione positive regard dibandingkan dengan yang kurang pengalaman; dan dengan demikian membuat konselor itu lebih berhasil mengomuikasikan kondisi- kondisi itu pada klien

b. Tipe hubungan konseling. Banyak penelitian antara lain oleh Rogers, menyugestikn bahwa keefektifan konseling berkenaan dengan tipe hubungan yang diciptakan oleh konselor dengan kliennya. Pada dasarnya, konselor berhasil sampai padatipe hubungan perasaan dan mengeksplorasi perasaan klien adalah konselor yang lebih berhasil diandingkan dengan tipe hubungan objektif, rasional- kognitif semata.

c. Factor- factor nonintelektif. Studi mengenai hubungan antara keefektifan konselor dengan kepribadian menunjukkan bahwa konselor yang efektif dapat dibedakan dari yang tidak efektif dalam hal; (1) citra diri , motivasi, nilai- nilai, perasaan mengenai orang lain dan tatanan perceptual. (2) unjuk- kerjanya dalam tes- tes kepribadian  yang terstandar dan inventori minat. Disamping itu konselor yang efektif bersangkutan pula dengan adanya sikap toleran terhadap pertentangan, penuh pemahaman terhadap klien, kematangan, dan kemampuan menciptakan hubungan social dengan nonklien.


Ciri- ciri khusus kemampuan konselor efektif

Ciri- ciri konselor efektif, khusus berkenann dengan kemampuan, dikemukakan secara lebih rinci oleh Eisenberg dan Delaney, yang disadur singkat sbb;

1. Para helper yang efektif sangat terampil mendapatkan keterbukan. Melalui perilaku dan didasari pandangan mengenai orang lain, mereka mampu membantu orang lain berkomunikasi secara terbuka dan jujur dengan mereka (para helper). Mereka menghindari merespon melalui cara- cara yang mendatangkan pembelaan dan hambatan bagi komunikasi.

2. Para helper yang efektif membangkitkan rasa percaya, kredibilitas, dan keyakinan dari orang- orang yang mereka bantu. Terhadap para helper yang efektif, para klien secara cepat merasakan bahwa “tepatlah disini” tempat mengungkapkan perasaan dan permasalahan mereka secara terbuka. Para helper yang efektie juga terpercaya . apa yang mereka katakan diterima sebagai hal yang dapat dipercaya dan dipersepsi secara meyakinkan.

3. Para helper yang efektif mampu menjangkau wawasan luas, seperti halnya mereka mendapat keterbukaan. Mereka melakukan banyak pertimbangan mengeni tindakan, perasan, komitmen, nilai- nilai dan motivasi mereka bagi tindakan- tindakan mereka. Mereka melihat komitmen sebagai hal yang tidak beku, melainkan ada pemahaman diri dan evaluasi diri secara menerus.

4. Para helper yang efektif berkomunikasi dengan hati- hati dan menghrgai orang- orang yang mereka upayakan bantu. Mereka mampu berkomunikasi berbekal sikap- sikap hal kemampuan anda mengatasi kerisauan dan masalah- masalah yang anda hadapi sekarang adalah urusan saya juga, apa yang terjadi pada anda di masa dating adalah juga berarti bagi saya. Jika cara penyelesaiannya baik bagi anda memperoleh sukses, saya akan merasa senang sekali. Jika anda menghadapi hambatan kegagalan, saya juga yang prihatin.

5. Para helper yang efektif mengakui dan menghargai diri mereka sendiri dan tidak menyalahgunakan orang- orang yang merek coba bantu untuk memuaskan kebutuhan pribadi mereka sendiri. Setiap manusia butuh siterima, dihargai, diakui oleh orang lain yang berarti, serta penghargaan terhadp bakat khusus dan prestsinya.  Untuk pemenuhan kebutuhan itu, beberapa orang sangat bergantung pada orang lain sehingga orang- orang demikian itu dapat memperlakukan atau mempermainkan sumber pemenuhan kebutuhannya itu. Akan tetapi para helper yang efektif merasakan diri aman, menyukai diri, sehingga tidak berharap pada orang- orang yang mereka bantu.

6. Para  helper yang efektif mempunyai pengetahuan khusus dalam beberapa bidang keahlian yang mempunyai nilai bagi orang- orang tertentu yang akan dibantu. Para konselor ketenagakerjaan mempunyai kemampuan khusus tentang kesempatan kerja pada lingkungan sekitar mereka.

7. Para helper yang efektif berusha memahami, bukanny menghakimi tingkah laku orang yang diupayakan bantu. Para helper yang efektif berusaha memahami mengapa orang yang diupayak bantu itu bertingkah laku demikian. Sehingga para helper memiliki pemahaman yang berkembang tentang tingkah laku manusia.

8. Para helper yang efektif mampu bernalar secara sistematis dan berpikir dengan pola system. Suatu system merupakan suatu kesatuan organisasional dimana tiap komponen berhubungan satu sama lain membentuk sebagai suatu keseluruhan.dalam hal helping, konselor yang efektif menyadari kekuatan- kekuatan, factor- factor dalam medan kehidupan klien dan adanya interaksi antara tingkah laku klien dengan factor- faktor  lingkungan.  Para helper mengindahkan bahwa kerisauan dan permasalahan klien dipengaruhi  oleh berbagai factor yang kompleks, harus diiedntifikasi dan dipahami sebagai suatu bagian yang melekat dalam upaya- upaya helping.

9. Para konselor yang efektif berpandangan mutakhir dan memiliki wawasan luas terhadap peristiwa- peristiwa yang berkenaan dengan manusia. Para konselor menyadari pentingnya peristiwa- peristiwa masa kini dari seluruh system yang memengaruhi seluruh kehidupan mereka.

10. Para helper  yang efektif  mampu mengidentifikasi pada tingkah laku yang merusak diri dan membantu orang lain untuk berubah dari tingkah laku merusak diri ke pola tingkah laku yang secara pribadi lebih memuaskan. para helper yang efektif  mempunayi model atau gambaran mengenai kualitas dan pola perilaku individu sehat, efektif dan berfungsi secara sempurna.

11. Para helper yang benar- benar efektif sangat terampil membantu orang lain melihat diri sendiri. merespon secara tidak defensive terhadap pertanyaan “siapakah saya?” adalah suatu hal yang mudah melukiskan aspek- aspek diri yang menyenangkan dan membanggakan

No comments for "Keterampilan dan Kualitas Konselor yang Efektif"

Berlangganan via Email