Teori Psikologi: Tugas-tugas Perkembangan Remaja Awal

Tugas-tugas Perkembangan Remaja Awal



William W. Wattenberg merupakan salah satu ahli psikologi merumuskan tugas-tugas perkembangan khusus bagi anak dalam masa puberitas dan masa remaja awal. Tugas-tugas perkembangan, khusus dalam masa remaja awal sebagai berikut (Mappiare, 1982; Daradjat, 1994; Al-Mighwar, 2006):
1. Remaja memiliki kemampuan mengontrol diri sendiri seperti orang dewasa.
Bagi remaja, sejak masa remaja awal diharapkan mengadakan pengontrolan diri sendiri (self-control) atas perbuatan-perbuatannya. Tugas perkembangan yang pertama ini timbul karena aktivitas-aktivitas yang dikerjakan oleh remaja sudah mengarah ke aktivitas orang dewasa. Tetapi tidak dipungkuri terkadang eksplorasi yang dilakukan oleh remaja terkait aktivitas yang mengarah ke aktivitas orang dewasa berlebihan karena di antara aktivitas tersebut ada yang boleh dan ada yang tidak boleh dilakukan. Oleh karena itu perlu adanya kontrol diri agar remaja dapat berperilaku yang diterima oleh lingkungan sekitarnya.
Usaha kontrol diri yang dilakukan oleh remaja dapat berhasil dan dapat juga mengalami kegagalan. Bahkan terkadang remaja tidak melakukan kontrol diri sama sekali, sehingga dapat menimbulkan masalah serius bagi remaja tersebut. Dapat pula terjadi adanya kontrol diri yang terlalu keras sehingga perbuatan-perbuatan yang patut dilakukan pun menjadi tidak dilakukan. Oleh karena itu pada masa remaja awal dituntut remaja mampu melakukan kontrol diri yang baik sehingga remaja mampu melewati masa remajanya dengan baik.
Panuju dan Umami (2005) menambahkan bahwa kontrol diri pada remaja tidak hanya sebatas tugas perkembangan namun juga merupakan kebutuhan pada diri remaja. Hal tersebut dikatakan demikian mengingat bahwa remaja belum memiliki pengalaman yang cukup memadai dalam menjalani masa-masa kritis tersebut. Masa kritis ditandai dengan terjadinya kegoncangan dan kebimbangan dalam dirinya terutama dalam pergaulan terhadap lawan jenis. Dorongan yang ada tanpa kendali akan berpeluang membuat remaha berperilaku kurang pantas menurut penilaian masyarakat. Mungkin saja sebaliknya, remaja akan menyendiri dan menarik diri dari pergaulan. Di samping itu, remaja merasa fisik mereka sudah seperti orang dewasa sehingga mereka merasa harus bertingkah laku seperti orang dewasa agar merasa aman. Oleh sebab itu kendali diri pada remaja sangat diperlukan (Zakiah, 1995 dalam Panuju & Umami, 2005).
2. Remaja memperoleh kebebasan.
Memperoleh kebebasan merupakan satu diantara tugas perkembangan penting bagi remaja awal. Hal tersebut berarti remaja awal diharapkan belajar dan berlatih bebas membuat rencana, bebas membuat alternatif pilihan, bebas menentukan pilihan, bebas membuat keputusan-keputusan sendiri, melaksanakan keputusannya dan bertanggung jawab sendiri atas keputusannya. Diharapkan remaja awal berangsur-angsur melepaskan diri dari ketergantungan pada orang tua dan orang dewasa lainnya dalam banyak hal dalam kehidupannya.
3. Bergaul dengan teman lawan jenis.
Remaja awal sadar bahwa dirinya ada rasa simpati dan rasa tertarik untuk selalu bersama-sama dengan lawan jenisnya. Tetapi umumnya remaja masih ada rasa ragu, apakah dirinya juga membuat lawan jenisnya tertarik atau tidak. Remaja juga memiliki rasa malu untuk saling mendekat dan saling bergaul pada mulanya. Terdapat pula remaja yang sangat malu dan bimbang pada data tarik dirinya sendiri bagi lawan jenisnya, sehingga sepanjang masa remaja awal tidak pernah pacaran. Sesungguhnya bergaul dnegan teman lawan jenis akan melatih remaja untuk berinteraksi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.
4. Mengembangkan keterampilan-keterampilan baru.
Selain keterampilan yang dibutuhkan dalam kesuksesan belajar dan pekerjaan, terkadang remaja dituntut untuk memiliki keterampilan dalam menjalani kesehariannya. Misalnya keterampilan ketikan menjamu tamu yang datang ke rumah, memasak, mencuci, dan sebagainya.
5. Memiliki citra diri yang realistis.
Dalam masa remaja awal, diharapkan remaja memberi penilaian terhadap keadaan dirinya secara apa adanya. Remaja diharapkan dapat mengukur atau menafsirkan apa-apa yang lebih dan kurang pada diri mereka serta dapat menerima apa adanya diri mereka, memelihara, dan memanfaatkannya secara positif.

B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pelaksanaan Tugas-tugas Perkembangan Remaja
Pada pelaksanaan tugas-tugas perkembangan bagi remaja, satu di antara dua kemungkinan dapat terjadi. Kemungkinan dimaksud adalah lancar, lambat berhasil, atau gagal. Beberapa faktor penting yang berpengaruh pada kelancaran atau keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas perkembangan bagi remaja sebagai berikut (Mappiare, 1982; Daradjat, 1994; Al-Mighwar, 2006):
1. Pertumbuhan fisik remaja. Tugas perkembangan akan sukses bila pertumbuhan fisik remaja berjalan dengan sewajarnya.
2. Perkembangan psikis remaja. Tugas perkembangan akan sukses bila perkembangan mental, sika, dan perasaan remaja berkembang secara wajar.
3. Kedudukan/urutan anak dalam keluarga. Kelancaran tugas perkembangan juga dipengaruhi oleh posisi remaja di dalam keluarganya. Remaja yang memiliki kakak atau adik cenderung lebih lancar dalam melaksanakan tugas-tugas perkembangannya daripada anak tunggal.
4. Kesempatan bagi remaja untuk memperolah tugas-tugas perkembangan.
5. Motivasi pada remaja. Motivasi dalam hal ini dapat bersumber dari dalam diri remaja (semangat dan obsesi), dan dari luar diri remaja seperti penghargaan orangtua dan masyarakat terhadap remaja.
6. Kelancaran pelaksanaan tugas-tugas perkembangan sebelumnya yaitu kelancaran perkambangan selama masa anak-anak sampai puber.

No comments for "Teori Psikologi: Tugas-tugas Perkembangan Remaja Awal"

Berlangganan via Email