Teori Psikologi: Penyesuaian Diri

Teori Psikologi: Penyesuaian Diri



1. Pengertian Penyesuaian Diri
Penyesuaian diri merupakan suatu konstruk psikologi yang luas dan kompleks, serta melibatkan semua reaksi individu terhadap tuntutan baik dari lingkungan luar maupun dari dalam diri individu itu sendiri.  Mustafi Fahmi (1977 dalam Desmita (2012) menyatakan bahwa proses penyesuaian diri terbentuk berdasarkan hubungan individu dengan lingkungan sosialnya. Menurut Schneiders (Agustiani, 2006) mengemukakan bahwa penyesuaian diri merupakan satu proses yang mencakup respon-respon mental dan tingkahlaku yang merupakan usaha individu agar berhasil mengatasi kebutuhan, ketegangan, konflik, dan frustrasi yang dialami oleh diri individu. Usaha individu tersebut bertujuan untuk memperoleh keselarasan dan keharmonisan antar tuntutan dalam diri dengan tuntutan dari lingkungan.

2. Unsur-unsur Penyesuaian Diri
Menurut Schneiders (Gufron & Risnawita, 2010) menjelaskan bahwa penyesuaian diri memiliki empat unsur, yaitu:
1. Adaptation, artinya individu dengan penyesuaian diri yang baik mempunyai hubungan yang memuaskan dengan lingkungan.
2. Conformity, artinya individu dikatakan mempunyai penyesuaian diri yang baik bila apa yang ada dihati nuraninya sesuai dengan kriteria sosial.
3. Mastery, artinya individu yang mampu melakukan penyesuaian diri yang baik bila mempunyai kemampuan membuat rencana dan mengorganisasikan suatu respon diri sehinggan mampu menyusun dan menanggapi segala masalah dengan efisien.
4. Individual variation, artinya perbedaan diantara individual menghasilkan respon yang beragam dalam menanggapi sebuah masalah.

3. Faktor-faktor Penyesuaian Diri
Agustiani (2006) menjelaskan beberapa faktor yang berperan dalam penyesuaian diri individu, yaitu:
1. Kondisi fisik, meliputi faktor keturunan, bentuk tubuh, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan bentuk fisik.
2. Kematangan dan perkembangan, meliputi perkembangan intelektual, sosial, moral, dan kematangan emosional.
3. Psikologis, meliputi faktor-faktor pengalaman individu, frustrasi, dan konslik yang dialami dan kondisi psikologis lain yang berkaitan dengan penyesuaian diri individu.
4. Lingkungan, meliputi kondisi keluarga, konsisi rumah, dan lingkungan yang lain.
5. Budaya, meliputi adat istiadat dan agama yang turut mempengaruhi penyesuaian diri individu.
4. Penyesuaian Diri terhadap sekolah
Gufron dan Risnawita (2010) menjelaskan bahwa penyesuaian diri di sekolah berupa perhatiab siswa atau antar siswa beserta partisipasinya terhadap fungsi dan aktivitas sekolah, manfaat hubungan dengan teman sekolah, guru, konselor, penerimaan keterbatasan dan tanggung jawab, dan membantu sekolah untuk mencapai visi dan misi sekolah.
5. Ketidakmampuan Penyesuaian Diri pada Remaja

Hurlock (1980) menjelaskan bahwa terdapat beberapa tanda-tanda remaja yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya, yaitu:
1. Tidak bertanggung jawab, tampak dalam perilaku mengabaikan pelajaran, misalnya dengan bermain di dalam kelas atau membuat keributan.
2. Sikap yang sangat agresif dan sangat yakin dengan kemampuan dirinya sendiri.
3. Perasaan tidak aman, yang menyebabkan remaja patuh untuk mengikuti standar-standar kelompok.
4. Merasa terasingkan jika berada di lingkungan yang baru.
5. Perasaan yang menyerah.
6. Terlalu banyak mengkhayal untuk mengimbangi ketidakpuasan yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari.
7. Mengulangi perilaku-perilaku agar disenangi dan di perhatikan.
8. Menggunakan mekanisme pertahanan seperti rasionalisasi, proyeksim berkhayal, dan memindahkan.

No comments for "Teori Psikologi: Penyesuaian Diri"

Berlangganan via Email