Teori Psikologi: Kerjasama Tim (Team Work)

Teori Psikologi: Kerjasama Tim (Team Work)





Pengertian Kerjasama Tim
Keberhasilan yang dipetik oleh suatu kelompok atau organisasi sangat bergantung pada kerjasama tim dibadingkan pada kemampuan masing-masing individu. Perlu diketahui bahwa konsep sebuah tim bermakna pada ekspresi yang menggambarkan adanya sinergi pada individu-individu yang mengikatkan diri dalam kelompok karena memiliki tujuan bersama. Secara teoritis, Tracy (2006) menyatakan bahwa kerjasama tim merupakan kegiatan yang dikelola dan dilakukan sekelompok individu yang tergabung dalam satu organisasi. Kerjasama tim dapat meningkatkan pencapaian prestasi dan komunikasi di dalam dan di antara anggota kelompok. Tim yang bekerjasama biasanya berasal dari individu-individu yang memiliki keterampilan, pemahaman, dan sikap yang berbeda-beda sehingga bisa dimanfaatkan sebagai suatu kekuatan atau kelebihan untuk mencapai tujuan dari organisasi. Hal senada juga dikemukakan oleh Dewi (2007), kerja tim adalah bentuk kerja dalam kelompok yang harus diorganisasi dan dikelolah dengan baik agar mampu mencapai tujuan atau cita-cita kelompok tersebut.

Fungsi Kerjasama Tim
Pentingnya kerja tim dalam sebuah kelompok atau organisasi dibandingkan kerja perseorangan dikemukakan oleh Tracy (2006) bahwa tim yang efektif adalah tim yang mampu bekerja sama sehingga menghasilkan penyelesaikan tugas yang lebih berkualitas dan memiliki kuatitas yang besar. Tim yang efektif dalam bekerjasama tercermin dari kolaborasi anggota-anggotanya dalam menyelesaikan sebuah tugas.



Aspek-aspek Kerjasama Tim
Huszczo memaparkan tujuh aspek kerjasama tim yang perlu diperhatikan agar mampu mendukung efektivitas kerja tim (Stott & Walker, 1995), yaitu:
a. Tujuan
Anggota tim diwajibkan untuk mengetahui dan memahami tujuan dari kelompok atau organisasi di mana dirinya menjadi salah satu anggota. Pengetahuan dan pemahaman anggota tim sangat berpengaruh besar pada komitmen kelompok atau organisasi setiap anggota.
b. Bakat
Setiap anggota tim harus menyadari kemampuan dan keterampilan masing-masing agar mampu menyelesaikan sebuah tugas dengan baik. Bakat dan keterampilan setiap anggota tim biasanya berbeda, namun perbedaan tersebut dapat dijadikan tolak ukur kelompok ketika ingin membagi tugas pada masing-masing anggota. Anggota kelompok akan diberikan tugas yang dapat dijadikan wadah bagi anggota untuk menyalurkan bakat dan kemampuannya.
c. Tugas
Setiap anggota tim diwajibjak mengerti tugas yang telah diberikan dalam rangka mencapai tujuan atau tugas dari kelompok atau organisasi. Anggota tim harus memiliki komitmen tugas yang tinggi sehingga masing-masing anggota memperlihatkan kejelasan kontribusi pada tim.
d. Pelaksanaan
Proses pelaksanaan tugas dalam tim sangat berkaitan erat dengan tingkat pemahaman masing-masing anggota tim pada instruksi pengerjaan tugas yang harus dikerjakan dan perencanaan yang efektif dari tim.
e. Hubungan interpersonal
Setiap anggota tim harus menjalin hubungan yang baik satu sama yang laiinya. Hubungan yang baik ditandai dengan terjalinnya komunikasi efektif yang mendukung keberhasilan proses pemecahan masalah atau penyelesaian masalah dalam tim. Setiap anggota tim juga diharapkan untuk saling mendukung satu sama yang lainnya sehingga masalah atau tugas yang ada dapat dikerjakan dan diselesaikan dengan optimal. Kepuasan masing-masing pribadi pada anggota kelompok pun bisa diciptakan sehingga hasil yang dapat terlihat dalam sebuah kelompok adalah sebuah produk tugas dan kepuasan psikologis pada masing-masing anggota.
Perlu diketahui bahwa komunikasi yang efektif ditandai dengan adanya pengertian, dapat menimbulkan kesenangan, mempengaruhi sikap, meningkatkan hubungan sosial yang baik, dan pada akhirnya menimbulkan suatu tindakan. Komunikasi efektif dipandang sebagai suatu hal yang penting dan kompleks. Dianggap penting karena ragam dinamika kehidupan (bisnis, politik, misalnya) yang terjadi biasanya menghadirkan situasi kritis yang perlu penanganan secara tepat, munculnya kecenderungan untuk tergantung pada teknologi komunikasi, serta beragam kepentingan yang ikut muncul (Mulyana, 2008).
Keterampilan yang harus dimiliki dalam melakukan komunikasi efektif adalah keterampilan mendengarkan dan bertanya. Dalam proses berkomunikasi, seseorang harus mampu mendengarkan dan memahaminya dengan baik. Kemudian mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang saling memiliki keterkaitan dan mengarah pada suatu solusi atau ketenangan untuk masing-masing pihak. Sehingga tujuan utama dalam komunikasi yang efektif adalah sebuah solusi. Tak ada satupun orang yang mau disalahkan, inilah konsep dasar dari komunikasi efektif.
Komunikasi efektif atau dalam bahasa lain sering pula disebut diplomasi, perlu dilakukan untuk dapat membangun sebuah kesamaan keinginan dari sebuah informasi yang disajikan. Sehingga tujuan yang ingin diraih dapat dilakukan secara bersama-sama (Mulyana, 2008). Komunikasi efektif dapat dilakukan oleh setiap orang. Jika ada yang merasa tidak mampu, hal ini lebih karena masalah pembiasaan saja. Melatih orang berkomunikasi secara efektif bisa dilakukan dengan langsung pada prakteknya. Walaupun sepintas mudah, hal ini dapat membantu setiap individu untuk mencapai sebuah kesuksesan baik di dalam kehidupan pribadinya maupun dalam kehidupan karirnya.
Komunikasi dapat dikatakan efektif apabila pesan diterima dan dimengerti sebagaimana dimaksud oleh pengirim pesan, pesan ditindak lanjuti dengan sebuah perbuatan secara suka rela oleh penerima pesan, dapat meningkatkan kualitas hubungan antarpribadi, dan tidak ada hambatan (Mulyana, 2008). Sumber dan penerima komunikasi harus sistem yang sama, jika tidak sama, maka komunikasi tidak akan pernah terjadi (Hanafi, 1984). Berdasarkan definisi tersebut, dapat dikatakan komunikasi dapat dikatakna efektif apabila memenuhi tiga persyaratan utama, yaitu:
1. Pesan yang dapat diterima dan dipahami oleh komunikan sebagaiman dimaksud oleh komunikator
2. Ditindak lanjuti dengan perbuatan secara suka rela
3. Meningkatkan kualitas hubungan antarpribadi
Komunikasi yang efektif menurut Cutlip dan Center (Hanafi, 1984), komunikasi yang efektif harus dilaksanakan dengan melalui empat tahap yaitu:
1. Fact finding, ketika berbicara perlu dicari fakta dan tentang komunikan berkenaan dengan keinginan dan komposisinya.
2. Planning, rencana tentang apa yang akan dikemukakan dan bagaimana mengemukakannya berdasarkan fakta dan data yang diperoleh
3. Communicating, berkomunikasi berdasarkan planning yang telah disusun
4. Evaluation, Penilaian dan analisis untuk melihat bagaimana hasil komunikasi tersebut.
Komunikasi yang efektif akan mengantarkan individu kepada tercapainya tujuan tertentu, sebaliknya jika komunikasi efektif tidak tidak berhasil maka akibatnya bisa sekedar membuang waktu, sampai akibat buruk yang tragis. Harus disadari bahwa komunikasi efektif akan membantu jalan menuju tercapainya apapun tujuan yang dilakukan. Apapun kedudukan, ketrampilan komunikasi secara efektif merupakan modal penting dalam sebuah keberhasilan (Hanafi, 1984). Hanafi (1984) juga memaparkan secara detail fungsi dari komunikasi efektif, yaitu:
1. Membentuk dan menjaga hubungan baik antar individu
2. Menyampaikan pengetahuan/ informasi
3. Mengubah sikap dan perilaku
4. Pemecahan masalah hubungan antar manusia
5. Citra diri menjadi lebih baik
6. Jalan menuju sukses.
Adapun beberapa teknik yang bisa digunakan untuk membangun komunikasi yang efektif pada siapapun (Hanafi, 1984), berikut pemaparannya:
1. Berikan kesan bahwa anda antusias berbicara dengan mereka
Beri mereka kesan bahwa anda lebih suka berbicara dengan mereka daripada orang lain di muka bumi ini. Ketika anda memberi mereka kesan bahwa anda sangat antusias berbicara dengan mereka dan bahwa anda peduli kepada mereka, anda membuat perasaan mereka lebih positif  dan percaya diri. Mereka akan lebih terbuka kepada anda dan sangat mungkin memiliki percakapan yang mendalam dengan anda.
2. Ajukan pertanyaan tentang minat mereka
Ajukan pertanyaan terbuka yang akan membuat mereka berbicara tentang minat dan kehidupan mereka. Galilah sedetail mungkin sehingga akan membantu mereka memperoleh perspektif baru tentang diri mereka sendiri dan tujuan hidup mereka.
3. Beradaptasi dengan bahasa tubuh dan perasaan mereka
Rasakan bagaimana perasaan mereka pada saat ini dengan mengamati bahasa tubuh dan nada suara. Dari sudut pandang ini, anda dapat menyesuaikan kata-kata, bahasa tubuh, dan nada suara anda sehingga mereka akan merespon lebih positif.
4. Tunjukkan rasa persetujuan: Katakan kepada mereka apa yang anda kagumi tentang mereka dan mengapa
Salah satu cara terbaik untuk segera berhubungan dengan orang adalah dengan menjadi jujur dan memberitahu mereka mengapa anda menyukai atau mengagumi mereka. Jika menyatakan secara langsung dirasakan kurang tepat, cobalah dengan pernyataan tidak langsung. Kedua pendekatan tersebut bisa sama-sama efektif.
5. Dengarkan dengan penuh perhatian semua yang mereka katakan
Jangan terlalu berfokus pada apa yang akan Anda katakan selanjutnya selagi mereka berbicara. Sebaliknya, dengarkan setiap kata yang mereka katakan dan responlah serelevan mungkin. Hal ini menunjukkan bahwa anda benar-benar mendengarkan apa yang mereka katakan dan anda sepenuhnya terlibat di dalam suasana bersama dengan mereka. Juga pastikan untuk bertanya setiap kali ada sesuatu yang tidak mengerti pada hal-hal yang mereka katakan. Anda tentu saja ingin menghindari semua penyimpangan yang mungkin terjadi dalam komunikasi jika anda ingin mengembangkan hubungan yang sepenuhnya dengan orang tersebut.
6. Beri mereka kontak mata yang lama
Kontak mata yang kuat mengkomunikasikan kepada orang lain bahwa anda tidak hanya terpikat oleh mereka dan apa yang mereka katakan tetapi juga menunjukkan bahwa anda dapat dipercaya. Ketika dilakukan dengan tidak berlebihan, mereka juga akan menganggap anda yakin pada diri anda sendiri karena kesediaan anda untuk bertemu mereka secara langsung. Akibatnya, orang secara alami akan lebih memperhatikan anda dan apa yang anda katakan.
7. Ungkapkan diri anda sebanyak mungkin
Cara terbaik untuk mendapatkan kepercayaan seseorang adalah dengan mengungkapkan diri secara tebuka mungkin. Bercerita tentang kejadian yang menarik dari hidup anda atau hanya menggambarkan contoh lucu dari kehidupan normal sehari-hari. Ketika anda bercerita tentang diri anda, pastikan untuk tidak menyebutkan hal-hal yang menyimpang terlalu jauh dari minat mereka atau bahkan berlebihan. Anda dapat membiarkan mereka mengetahui lebih jauh tentang diri anda seiring berjalannya waktu.
8. Berikan kesan bahwa anda berdua berada di tim yang sama
Gunakan kata-kata seperti “kami, kita ” untuk segera membangun sebuah ikatan. Bila anda menggunakan kata-kata tersebut, anda membuatnya tampak seperti anda dan mereka berada di tim yang sama, sementara orang lain berada di tim yang berbeda.
9. Berikan mereka senyuman terbaik anda
Ketika anda tersenyum pada orang, anda menyampaikan pesan bahwa anda menyukai mereka dan kehadiran mereka membawa anda kebahagiaan. Tersenyum pada mereka akan menyebabkan mereka sadar ingin tersenyum kembali pada anda yang secara langsung akan membangun hubungan antara anda berdua.
10. Menawarkan saran yang bermanfaat
Kenalkan tempat makan yang pernah anda kunjungi, film yang anda tonton, orang-orang baik yang mereka ingin temui, buku yang anda baca, peluang karir atau apa pun yang terpikirkan oleh anda. Jelaskan apa yang menarik dari orang-orang, tempat atau hal-hal tersebut. Jika anda memberi ide yang cukup menarik perhatian mereka, mereka akan mencari anda ketika mereka memerlukan seseorang untuk membantu membuat keputusan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.
11. Beri mereka motivasi
Jika orang yang anda hadapi lebih muda atau dalam posisi yang lebih sulit dari anda, mereka mungkin ingin mendengar beberapa kata motivasi dari anda karena anda lebih berpengalaman atau anda tampaknya menjalani kehidupan dengan baik . Jika anda ingin memiliki hubungan yang sehat dengan orang tersebut, anda tentu saja tidak ingin tampak seperti anda memiliki semuanya sementara mereka tidak. Yakinkan mereka bahwa mereka dapat melampaui masalah dan keterbatasan mereka, sehingga mereka akan berharap menjadikan anda sebagai teman yang enak untuk diajak bicara.
12. Tampil dengan tingkat energi yang sedikit lebih tinggi dibanding orang lain
Umumnya, orang ingin berada di sekitar orang-orang yang akan mengangkat mereka, bukannya membawa mereka ke bawah. Jika anda secara konsisten memiliki tingkat energi yang lebih rendah daripada orang lain, mereka secara alami akan menjauh dari Anda menuju seseorang yang lebih energik. Untuk mencegah hal ini terjadi, secara konsisten tunjukkan dengan suara dan bahasa tubuh anda bahwa anda memiliki tingkat energi yang sedikit lebih tinggi sehingga mereka akan merasa lebih bersemangat dan positif berada di sekitar Anda. Namun jangan juga anda terlalu berlebihan berenergik sehingga menyebabkan orang-orang tampak seperti tidak berdaya. Energi dan gairah yang tepat akan membangun antusiasme mereka.
13. Sebut nama mereka dengan cara yang menyenangkan
Nama seseorang adalah salah satu kata yang memiliki emosional yang sangat kuat bagi mereka. Tapi hal itu belum tentu seberapa sering anda katakan nama seseorang, namun lebih pada bagaimana anda mengatakannya. Hal ini dapat terbantu dengan cara anda berlatih mengatakan nama seseorang untuk satu atau dua menit sampai anda merasakan adanya emosional yang kuat. Ketika anda menyebutkan nama mereka lebih menyentuh dibanding orang lain yang mereka kenal, mereka akan menemukan bahwa anda lah yang paling berkesan.
14. Tawarkan untuk menjalani hubungan selangkah lebih maju
Ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk memajukan persahabatan anda dengan seseorang: tawaran untuk makan dengan mereka, berbicara sambil minum kopi, melihat pertandingan olahraga, dll. Meskipun jika orang tersebut tidak menerima tawaran anda, mereka akan tetap tersanjung bahwa anda ingin mereka menjalani persahabatan ke tingkat yang lebih dalam. Di satu sisi, mereka akan memandang anda karena anda memiliki keberanian untuk membangun persahabatan bukan mengharapkan persahabatan yang instan.

Gibson & Donelli (2006) memberikan penjelasan mengenai hambatan-hambatan yang terjadi dalam berkomunikasi efektif:
1. Hambatan yang disebabkan oleh pengirim pesan
a) Semantic Problem
Telah dikatahui bahwa komunikasi adaah proses penyaluran informasi dan pemahaman dengan menggunakan symbol-simbol. Hambatan ini terjadi karena adanya perbedaan pemahaman informasi dari pemberi pesan dan serta penerima pesan. Hal ini biasanya terjadi pada kata-kata yang bersifat abstrak atau teknikal.
b) Filtering
Merupakan perilaku menutupi beberapa informasi yang dirasa tidak menyenangkan agar tertangkap pesan positif pada penerima pesan. Hambatan ini sangat menonjol terutama pada proses komunikasi yang terjalin antara atasan dan bawahan.
c) In-Group Language
Terkadang ada kata-kata atau jargon yang dimiliki oleh kelompok kerja atau departemen tertentu. Hal ini tentunya dapat meningkatkan perasaan saling memiliki dan kohesivitas internal kelompok. Namun proses komunikasi akan terganggu ketika masing-masing angggota harus menjalin relasi dengan departemen lain.
d) Status Difference
Perbedaan status atau level jabatan juga dapat memperlebar gap antara atasan dan bawahan serta meningkatkan hambatan dalam berkomunikasi. hal ini terutama dapat terjadi antara orang-orang yang menduduki jabatan eksekutif dengan staf biasa.
e) Time Presure
Time pressure menyebabkan seseorang keluar dari jalur komunikasi formal yang seharusnya. Selain dengan alasan keterbatasan waktu ada beberapa atasan yang pada akhirnya jarang melakukan komunikasi secara intensif pada bawahannya. Akibatnya ada beberapa informasi yang terputus di satu pihak.
2. Hambatan yang disebabkan oleh penerima pesan
a) Selective Listening
Terkadang seseorang hanya ingin mendengar apa yang ingin didengarkan saja x. Hal ini bisa disebabkan karena adanya perbedaan pendapat menyebabkan seseorang tidak ingin mendengar lebih lanjut.
b) Value Judgement
Value judgement bisa muncul dari adanya penilaian penerima pesan terhadap pemberi pesan. Selain itu dapat juga muncul dari pengalaman sebelumnya dengan pemberi pesan, atau penerima pesan sudah memberi penilaian terhadap pemberi informasi ataupun topik informasi yang akan disampaikan (Barret, 2008).
c) Source Credibility
Merupakan kepercayaan penerima pesan terhadap pemberi pesan. Lebih memperhatikan penampilan atau faktor eksternal dari pemberi informasi sehingga tidak menaruh fokus pada pesan yang disampaikan (Barret, 2008).
3. Hambatan yang disebabkan oleh pengirim dan atau penerima pesan
a) Frame of Reference
Tiap individu dapat memiliki interpretasi yang berbeda pada topic yang sedang sama-sama didiskusikan, tergantung pada pengalaman sebelumnya yang menyebabkan adanya variasi interpretasi pada tiap individu.
b) Proxemic Behavior
Proxemic behavior menggambarkan zona personal yang dimiliki oleh tiap individu. adanya zona personal membuat tiap individu membuat batasan-batasan privasi, yang dapat berpengaruh pada persepsi masing-masing orang.
f. Penguatan
Penguatan berupa reward atau support dari tim sangat berarti bagi masing-masing anggota kelompok. Penguatan yang ditekankan adalah penguatan pada level personal. Apresiasi dan motivasi dari sesama anggota tim akan sangat membantu untuk menjaga ritme kerja secara psikologis dan fisiologis anggota tim. Apresiasi dan motivasi tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan sosial di antara sesama anggota tim.
Dukungan sosial adalah suatu usaha untuk mendorong individu dari aspek psikologis agar individu tersebut merasa nyaman, bersemangat, dan merasa mendapatkan perhatian (Astuti & Hartati, 2013). Smith dan Renk (2007) memaparkan bahwa dukungan sosial diberikan oleh individu-individu yang berarti dan berperan dalam hidup mahasiswa akan sangat menentukan tingkat keberhasilan akademik mahasiswa tersebut. Khususnya dukungan dari sosok guru dan teman mahasiswa/sebaya sangat mempengaruhi motivasi belajar untuk mencapai prestasi belajar yang tinggi. Keberhasilan akademik juga erat kaitannya dengan keberhasilan mahasiswa tersebut dalam menyelesaikan tugas-tugas baik secara individu maupun kelompok.
Cohen dan Syme (Astuti & Hartati, 2013) memaparkan dua fungsi dukungan sosial, yaitu pertama dukungan untuk meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan tanpa memandang tingkat stress yang dialami. Dukungan ini memberikan manfaat langsung pada individu yang diberikan dukungan berupa perasaan yang lepas dari tekanan psikologis. Hal tersebut disebabkan oleh kehadiran dukungan sosial yang membuat individu menyadari bahwa ada individu lain yang mau memberikan bantuan sehingga individu tersebut memiliki harga diri yang tinggi, stabilitas emosi dan kendali terhadap lingkungan yang baik.
Kedua, dukungan untuk melindungi individu dari pengaruh stress. Dukungan ini memiliki dua peran yaitu dukungan sosial bisa diberikan sebagai usaha mencegah dan mengurangi respon yang menimbulkan perasaan tertekan atau stress. Kemudian dukungan sosial mampu membuat individu mengubah pandangannya mengenai suatu situasi yang penuh tekanan menjadi situasi yang dapat dihadapi dengan mudah.
Miller (2004) menjelaskan bahwa teman satu fakultas mahasiswa lebih dipilih untuk memberikan dukungan sosial dibandingkan dosen yang ada di kampus. Kehadiran teman satu fakultas membuat mahasiswa memiliki teman belajar, mengerjakan tugas bersama, teman berbagi informasi, teman berbagi referensi, bahkan teman yang dapat dijadikan tempat menyimpan masalah pribadi. Namun keberadaan dukungan sosial ini tidak bisa terlepas dari kemampuan masing-masing mahasiswa dalam membangun dan menjalin komunikasi yang efektif dengan mahasiswa lain. jika dihubungkan dengan kerjasama tim maka dapat dikatakan dukungan sosial antar sesama tim sangat dipengaruhi oleh kemampuan masing-masing anggota tim untuk menjalin hubungan dan komunikasi yang efektif.
g. Hubungan eksternal, tim yang memiliki anggota-anggota yang mampu bekerjasama dengan baik tercermin pada hubungan yang sehat pada tim atau anggota-anggotanya terhadap tim lain atau anggota-anggota tim lainnya yang ada dalam organisasi yang sama. Menjalin dan menjaga hubungan dengan tim lain akan mambantu sebuah tim mengenali ancaman, tantangan, kelemaham, kelebihan, dan kesempatan yang dimiliki oleh timnya.

Faktor yang Mempengaruhi Kerjasama Tim
Levi dan Slem (1995) menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi kerjasama tim, yaitu:
1. Evaluasi dan Penghargaan
Evaluasi sangat penting untuk mengukur seberapa besar usaha yang telah dilakukan untuk mencapai tujuan kelompok atau organisasi. Penghargaan sendiri diberikan sebagai rasa apresiasi kepada sebuah tim yang telah mencapai tujuan kelompok atau organisasi dengan baik.
2. Hubungan Sosial
Sebuah tim perlu diberikan pelatihan dalam keterampilan sosial sehingga para anggota tim bisa memecahkan dan menyelesaikan sebuah tugas dengan baik dan maksimal.
3. Dukungan Organisasi
Tim yang ada dalam sebuah organisasi akan memperlihat efektivitasnya ketika manangement, sistem, dan budaya organisasi mendukung keberadaan tim tersebut dalam mencapai tujuan organisasi.
4. Karakteristik Tugas Tim
Pemberian informasi yang jelas mengenai tugas-tugas yang harus diselesaikan dengan cara-cara tententu sangat membantu anggota tim dalam berproses menyelesaikan tugas tersebut. Selain kejelasan tugas, anggota tim juga senantiasa diberikan tugas yang menantang dan penting sesuai dengan kemampuan anggota masing-masing.
5. Pemimpin
Apabila terdapat konflik di dalam satu tim maka diharapkan sosok pemimpin bisa menengahi konflik tersebut. Tim yang berjalan dengan konflik yang berlarut-larut dan menumpuk akan menjadi bom waktu bagi tim itu sendiri yang siap kapan saja meledak dan menghacurkan tim yang sudah ada. Oleh karena itu sosok pemimpin ideal dalam organisasi dapat menciptakan tim-tim kerja yang berkualitas dengan produktivitas yang tinggi.

No comments for "Teori Psikologi: Kerjasama Tim (Team Work)"

Berlangganan via Email