Teori Psikologi: Guide Diagnosa Autisme

Teori Psikologi: Guide Diagnosa Autisme


REVIEW BUKU
Judul : Panduan Autisme Terlengkap
Pengarang : Theo Peeters ( Penerjemah: Oscar H. Simbolon
& Yayasan Suryakanti- Bandung)
Penerbit : Dian Rakyat, Jakarta

“MENJADI autistik tidak berarti menjadi bukan manusia. Walau memang berarti menjadi seperti makhluk asing. Bahwa apa yang normal bagi orang lain tidak normal bagi saya, dan apa yang normal bagi saya tidak normal bagi orang lain. Dalam beberapa hal saya benar-benar tidak memiliki kemampuan untuk bertahan dalam dunia ini, seperti makhluk asing yang terdampar tanpa suatu buku pedoman orientasi.
Tapi saya tetap utuh. Diri saya tidak rusak. Saya menemukan nilai dan makna dalam kehidupan, dan saya tidak punya keinginan untuk disembuhkan, menjadi diri saya sendiri… hargai aku apa adanya…. Akui bahwa kita sama-sama makhluk asing bagi satu sama lainnya, bahwa menjadi diri saya bukanlah semata-mata versi yang rusak dari cara anda menjadi diri anda. Pertanyakan asumsi-asumsi anda. Tentukan diri anda sendiri. Bekerjalah bersama saya untuk membangun jembatan di antara kita”.
Jim Sinclair, 1992

Apakah Autisme itu? Berapa banyak penderitanya?
Definisi gangguan autistic yang dikemukakan oleh American Psychiatric Association (APA, 2004) dalam DSM-IV sebagai berikut:
A. Terdapat paling sedikit enam pokok dari kelompok 1, 2, dan 3 yang meliputi paling sedikit dua pokok dari kelompok I, paling sedikit satu pokok dari 2 dan paling sedikit satu pokok dari kelompok tiga.
1. Gangguan kualitatif dalam interaksi social yang ditunjukkan oleh paling sedikit dua di antara yang berikut ini:
a. Ciri gangguan yang jelas dalam penggunaan berbagai perilaku non-verbal (bukan lisan) seperti kontak mata, ekspreasi wajah, gesture, dan gerak isyarat untuk melakukan interaksi social.
b. Ketidakmampuan mengembangkan hubungan pertemanan sebaya yang sesuai dengan tingkat perkembangannya.
c. Ketidak mampuan turut merasakan kegembiraan orang lain.
d. Kekurangmampuan dalam berhubungan emosional secara timbal balik dengan orang lain.
2. Gangguan kualitatif dalam berkomunikasi yang ditunjukkan orang paling sedikit salah satu dari yang berikut ini:
a. Keterlambatan atau kekurangan secara menyeluruh dalam berbahasa lisan (tidak disertai usaha untuk mengimbanginya dengan penggunaan gestur atau mimik muka sebagai cara alternative dalam berkomunikasi).
b. Ciri gangguan yang jelas pada kemampuan untuk memulai atau melanjutkan pembicaraan dengan orang lain meskipun dalam percakapan sederhana.
c. Penggunaan bahasa yang repetitive (diulang-ulang) atau streotipe (meniru-niru) atau bersifat idiosinktratik (aneh).
d. Kurang beragamnya spontanitas dalam permainan pura-pura atau meniru orang lain yang sesuai dengan tingkat perkembangannya.
3. Pola minat perilaku yang terbatas, repetitive, dan streotip seperti yang ditinjukkan oleh paling tidak satu dari yang berikut ini:
a. Meliputi keasyikan dengan satu atau lebih pola minat yang terbatas atau streotip yang bersifat abnormal baik dalam intensitas maupun fokus.
b. Kepatuhan yang nampaknya didorong oleh rutinitas atau ritual spesifik (kebiasaan tertentu) yang nonfungsional (tidak berhubungan dengan fungsi).
c. Perilaku gerakan streotip dan repetitif (seperti terus menerus membuka-tutup genggaman, memuntir jari atau tangan, atau menggerakkan tubuh dengan cara yang kompleks).
d. Keasyikan yang terus-menerus terhadap bagian-bagian dari sebuh benda.

B. Perkembangan abnormal atau terganggu sebelum usia 3 tahun seperti yang ditunjukkan oleh keterlambatan atau fungsi yang abnormal dalam paling sedikit sati dari bidang-bidang berikut ini: (1) interaksi social, bahasa yang digunakan dalam perkembangan social, (1) bahasa yang digunakan dalam komunikasi social, atau (3) permainan simbolik atau imajinatif.

C. Sebaiknya tidak disebut dengan istilah gangguan Rett, Gangguan Integratif Kanak-Kanak, atau Sindrom Asperger.
Jika kita menggunakan menggunakan definisi autisme secara educational bukan menggunakan definisi medis maka terdapat paling sedikit 20 orang dari 10.000 orang yang menyandang autisme.


No comments for "Teori Psikologi: Guide Diagnosa Autisme"

Berlangganan via Email