Teori Psikologi: Agresi dan Kekerasan


Teori Psikologi: Agresi dan Kekerasan



Agresi menurut Chaplin (2002) adalah 1) suatu serangan atau serbuan; tindakan permusuhan yang ditunjukan pada seseorang atau benda. 2) (Frued) pernyataan kesadaran atau proyeksi dari naluri kematian, atau Thanatos. 3) (Adler) perwujudan kemauan untuk berkuasa  dan menguasai orang lain. 4) sebarang reaksi terhadap reaksi frustrasi (frustrasion-aggresion hypothesis). 5) suatu upaya dengan kekerasan atau pengejaran dengan berani dengan suatu tujuan. 6) (Murray) kebutuhan untuk menyerang, memperkosa atau melukai orang lain, untuk meremehkan, merugikan, mengganggu, membahayakan, merusak, mengejek, mencemooh atau menuduh secara jahat, menghukum berat, atau melakukan tindakan sadistis lainnya.
Agresi merupakan tindakan melukai yang disengaja oleh seseorang/institusi terhadap orang/institusi lain yang sejatinya disengaja (Berkowitz, 1993, 2001; Felman, 2008 dalam Sarwono & Meinarno, 2009). Pemicu umum dari agresi adalah ketika individu mengalami satu kondisi emosi tertentu, yang sering terlihat adalah emosi marah. Perasaan marah berlanjut pada keinginan untuk melmpiaskannya pada suatu bentuk tertentu pada objek tertentu. Marah adalah suatu pernyataan yang disimpulkan pada perasaan yang ditunjukkan yang sering disrtai dengan konflik atau frustasi (Seggal, dkk, 1999 dalam Sarwono & Meinarno, 2009).
Menurut Geen, 1998 (Taylor, 2009) Agresi adalah setiap tindakan yang menyakiti atau melukai orang lain. Merut . perlu dibedakan perilaku menyakiti dan niat menyakiti. Aggresion (agresi) di sini didefinisikan setiap tindakan yang dimaksudkan untuk menyakiti orang lain. Sering kali sulit untuk mengetahui niat orang lain, namun individu akan menerima keterbatasan ini karena individu mendefinisikan agresi secara bermakna apabila individu memasukkan faktor niat. Berdasarkan perbedaan agresi dengan niat dengan tampa niat dapat ditarik 2 kesimpulan bahwa agresi dapat di kelompokkan menjadi 2 yaitu, Antisocial aggression (agresi antisocial) dengan prosocial aggression. Antisocial aggression adalah tindakan agresif yang melanggar norma social yang diterima umum. Sedangkan prososial agresi adalah tindakan agresif yang mendukung norma kelompok sosial individu. Biasanya individu menganggap agresi adalah tidakan buruk tapi, beberapa tindakan agresi adalah baik. Contoh, penegakan hokum oleh polisi yang menembah mati para teroris yang sangat berbahaya bagi kepentingan umum, sehingga tindakan polisi tersebut di puji oleh masyarakat.
Perbedaan perilaku agresi dengan perasaan agresi (seperti, marah). Seorang individu mungkin merasa marah dalam hati tapi tidak berusaha melampiaskan dalam tindakan menyakiti orang lain. Dalam factor yang meningkatkan rasa marah dan menahan diri yang mungkin mencegah amarah menjadi tindakan agresif ( Potegal & Knutson, 1994 dalam Taylor, 2009).
Dari beberapa definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa Aggression yaitu perilaku fisik atau verbal yang bertujuan menyakiti seseorang. Didalam eksperimen laboratorium, hal ini berarti secara sengaja misal menyengatkan aliran listrik ke tubuh seseorang atau hanya sekedar berkata-kata yang menyakitkan perasaan orang lain, hal ini sudah dikatakan bersikap agresi. Melalui pandangan umum perilaku seperti berburu, berkelahi, & berperang umumnya adalah aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh laki-laki. Oleh karena itu, berdasarkan survei, laki-laki cenderung agresif daripada perempuan, sehingga ada kecenderungan kekerasan yang dilakukan kaum laki-laki terhadap perempuan.
Ahli-ahli psikologi kekerasan terkemuka telah mengemukakan pengertian perilaku kekerasan dalam rumusan yang berbeda-beda. Perbedaan rumusan itu disebabkan oleh perbedaan orientasi dan sebagainya. Secara umum, Mead (1993) dalam Syamsul Bachri Thalib (2009) mendefinisikan kekerasan sebagai perilaku yang dialami oleh anggota kelompok lain dalam budaya yang sama sebagai pelanggaran norma perilaku interpersonal yang dipolakan secara struktural. Bushman dan Baumeister (1998) dalam Syamsul Bachri Thalib (2009) mendefinisikan perilaku kekerasan sebagai perilaku yang bersifat mengancam atau secara aktual menimbulkan dampak negatif.

No comments for "Teori Psikologi: Agresi dan Kekerasan"

Berlangganan via Email