Keterampilan Sosial Anak


Keterampilan Sosial Anak




1.    Pengertian keterampilan sosial
Libet dan Lewinsohn (Cartledge & Milburn, 1995) menjelaskan bahwa keterampilan sosial adalah kemampuan yang beraneka ragam yang digunakan individu untuk memperlihatkan perilaku-perilaku tertentu, baik perilaku positif maupun perilaku negatif. Combs dan Slaby (Cartledge & Milburn, 1995) juga memaparkan bahwa keterampilan sosial adalah kemampuan yang dimiliki oleh individu untuk berinteraksi dengan individu lain dan menggunakan cara yang dapat diterima secara sosial, serta memberikan interaksi yang menguntungkan bagi diri sendiri dan orang lain. Selain itu, Morgan (Cartledge & Milburn, 1995) juga menambahkan bahwa keterampilan sosial tidak hanya mencakup kemampuan untuk memulai dan menjaga interaksi yang baik dengan orang lain, tetapi termasuk kemampuan untuk menerima orang lain secara objektif ketika berinteraksi. Jadi dapat disimpulkan bahwa keterampilan sosial adalah kemampuan individu memulai dan menjaga interaksi dalam situasi sosial dan interaksi tersebut berlangsung membawa keuntungan pada individu itu sendiri maupun orang lain.
2.    Area-area keterampilan sosial
Gresham dan Elliott (1990) menjelaskan dalam Social Skills Rating System (SSRS) untuk sekolah dasar yang disusunnya terdiri atas lima area keterampilan sosial. Area-area tersebut antara lain:
a.    Kerjasama (cooperation)
Aspek kerjasama yang dimaksud adalah perilaku membantu orang lain, berbagi, dan berperilaku sesuai dengan aturan dan arahan.
b.    Asertif (assertion)
Aspek asertif adalah perilaku inisiatif, memberikan informasi ke orang lain, memperkenalkan diri, merespon tindakan orang lain ketika ditekan atau dihina dengan cara yang tepat.
c.    Kontrol diri (self-control)
Aspek kontrol diri meliputi perilaku yang tepat ditampilkan ketika berada pada situasi konflik, mampu menunggu giliran, dan berkompromi dengan situasi serta orang lain.
3.    Atribut-atribut keterampilan sosial
McClellan dan Katz (2001) memaparkan bahwa  setiap individu diasumsikan telah mencapai kompetensi atau keterampilan sosial yang memadai ketika berumur enam tahun. Jika keterampilan menjadi pribadi dewasa yang beresiko menemukan beberapa hambatan dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. Oleh karena itu untuk menghindari hal tersebut terjadi maka McClellan dan Kartz (2001) menyusun sebuah pengukuran keterampilan sosial dalam bentuk checklist. Bentuk-bentuk perilaku yang disajikan dalam checklist didasarkan pada hasil penelitian tentang komponen keterampilan sosial pada anak. Berikut ketiga atribut keterampilan sosial yang dimiliki seorang anak:
a.    Sifat individu
Pada komponen ini anak menunjukkan beberapa perilaku, yaitu:
1)    Anak biasanya memiliki suasana hati positif.
2)    Anak tidak terlalu bergantung dengan keberadaan orang lain.
3)    Anak biasanya melakukan aktivitas dengan kemauan sendiri.
4)    Anak biasanya mampu melakukan penolakan dengan cara yang tepat.
5)    Anak memperlihatkan kemampuan berempati.
6)    Anak memiliki hubungan yang positif dengan satu atau dua teman, memiliki kepedulian pada teman dan akan mencari atau merindukan teman jika tidak melihatnya.
7)    Anak menunjukkan rasa humor.
8)    Anak nampak tidak mengalami kesepian.
b.    Sifat sosial
Pada komponen ini anak menunjukkan beberapa perilaku, yaitu:
1)    Anak biasanya melakukan pendekatan secara positif.
2)    Anak biasanya mengekspresikan keinginan dengan jelas dan melakukan aktivitas atau berada di tempat tertentu dengan alasan yang jelas dan positif.
3)    Anak biasanya mengatakan dengan jelas apa yang dibutuhkannya.
4)    Anak biasanya tidak mudah diintimidasi oleh orang lain (teman sebaya) atau di bully.
5)    Anak biasanya memperlihatkan kemarahan dengan wajar tanpa melakukan berdebatan atau merugikan orang lain.
6)    Anak biasanya mudah menjadi anggota dalam sebuah kelompok bermain atau kelompok belajar.
7)    Anak biasanya memberikan kontribusi yang berarti ketika bermain dan belajar secara berkelompok.
8)    Anak biasanya mampu menunggu giliran.
9)    Anak biasanya memiliki minat terhadap orang lain ditunjukkan dengan anak memberikan informasi ke orang lain atau sebaliknya dengan efektif.
10)    Anak biasanya melakukan negosiasi dan kompromi dengan orang lain secara tepat.
11)    Anak biasanya tidak tertarik memperhatikan sesuatu yang tidak sesuai dengan dirinya.
12)    Anak biasanya menerima dan menikmati bermain atau belajar bersama teman sebaya atau orang dewasa dari kelompok etnis lain selain kelompok etnisnya sendiri.
13)    Berintekasi secara non verbal, seperti tersenyum, melambaikan tangan, dan mengangguk.
c.     Sifat hubungan dengan teman sebaya
1) Anak biasanya diterima, diabaikan, atau ditolak oleh anak-anak yang lain.
2) Anak kadang diajak oleh anak-anak lain untuk bergabung dengan mereka dalam bermain, bersahabat, dan belajar bersama.
3) Anak diakui oleh temannya sebagai teman bermain dan teman belajar.

No comments for "Keterampilan Sosial Anak"

Berlangganan via Email