Intervensi: Upaya dan Peran Orangtua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Anak

Intervensi: Psikoedukasi tentang Upaya dan Peran Orangtua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Anak



Kartono (1992) bahwa perhatian dan bimbingan yang dapat dilakukan oleh orangtua pada anak adalah sebagai berikut:
a. Menyediakan fasilitas belajar, yang dimaksud dengan fasilitas belajar di sini adalah alat tulis, buku tulis, buku pelajaran dan tempat untuk belajar. Hal ini dapat mendorong anak untuk lebih giat belajar, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar.
b. Mengawasi kegiatan belajar di rumah, sehingga dapat mengetahui apakah anaknya belajar dengan sebaik-baiknya.
c. Mengawasi penggunaan waktu belajar anak di rumah, sehingga orang tua dapat mengetahui apakah anaknya menggunakan waktu dengan teratur dan sebaik-baiknya.
d. Mengetahui kesulitan anak dalam belajar, sehingga dapat membantu usaha anak dalam mengatasi kesulitannya dalam belajar.
e. Menolong anak mengatasi kesulitannya,  dengan memberikan bimbingan belajar yang di butuhkan anaknya. Hal ini diperkuat oleh Slameto (2010:64) bahwa orangtua wajib memberikan pengertian dan dorongannya, membantu sedapat mungkin kesulitan yang dialami anak dalam pelajarannya baik di sekolah maupun di rumah, jika perlu menghubungi guru anaknya untuk mengetahui perkembangan anaknya.

Suryabrata (2004) menjelaskan bahwa perhatian orangtua dengan penuh kasih sayang terhadap pendidikan anaknya, akan mendorong aktivitas anak sebagai suatu potensi yang sangat berharga dalam menghadapi masa depannya kelak. Oleh karena itu kehadiran dan peran orangtua menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi anak dalam belajar. Peran orangtua dalam hal ini adalah melakukan pengawasan dan arahan pada anak sehingga anak termotivasi dalam mengikuti kegiatan belajar baik di rumah maupun di sekolah. Senada dengan hal itu Mawarsih, Susilaningsih dan Hamidi (2013) menyatakan bahwa orang tua yang mempunyai  perhatian terhadap anaknya akan memberikan bimbingan dan arahan untuk kegiatan belajar anak sehingga anak memahami pentingnya belajar untuk masa depannya. Dengan demikian anak akan paham akan tujuan kegiatan belajar yang dilakukannya dan akan semangat untuk mencapai prestasi yang optimal.
Sobur (1986) juga menjelaskan bahwa tugas yang paling penting bagi orangtua ialah menjaga supaya semangat belajar anak-anaknya tidak luntur, sehingga diperlukan dorongan dan dukungan moral dan suasana  yang nyaman dan menguntungkan bagi kelancaran belajar anak di rumah. Slameto (2003) juga menjelaskan bahwa perhatian dan bimbingan orangtua di rumah akan mempengaruhi kesiapan belajar siswa dan sebagai sumber penguatan dalam proses pembelajaran anak. Oleh karena itu, perhatian dan bimbingan dari orangtua sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan motivasi belajar dalam diri siswa sehingga siswa memperoleh hasil belajar yang optimal.
Jika motivasi belajar itu sendiri sudah terinternalisasi dalam diri anak maka anak akan menumbuhkan perasaan senang dan memiliki minat tinggi pada proses belajarnya. Kondisi tersebut didukung oleh pendapat Sardiman (2011) bahwa peranan penting motivasi belajar adalah untuk menumbuhkan gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar pada diri seseorang. Seseorang dengan motivasi belajar kuat akan mempunyai banyak energi untuk belajar. Anak yang memiliki motivasi belajar akan dapat meluangkan waktu belajar lebih banyak dan lebih tekun dari pada anak-anak yang kurang memiliki atau sama sekali tidak memiliki motivasi belajar. Anak akan terdorong dan tergerak untuk memulai aktivitas atas kemauannya sendiri, menyelesaikan tugas tepat waktu dan gigih serta tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan dalam menjalankan tugas jika anak tersebut mempunyai motivasi dalam belajar.

No comments for "Intervensi: Upaya dan Peran Orangtua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Anak"

Berlangganan via Email