Intervensi: Strategi Pembelajaran Siswa Slow Learner

Intervensi: Strategi Pembelajaran Siswa Slow Learner



Membahas masalah penanganan para siswa yang mengalami kesulitan belajar maka sangat erat kaitannya dengan strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru masing-masing. Kenyataannya sekarang guru masih dihadapkan pada sebuah tugas besar yaitu menciptakan kondisi belajar mengajar yang menyenangkan di kelas dan tidak mendeskriminasikan keberadaan siswa slow learner. Berikut beberapa pertimbangan yang sebaiknya dijadikan acuan oleh para guru dalam menghadapi siswa slow learner, khususnya yang berhubungan dengan strategi pembelajaran (Malik dkk, 2012), yaitu:
1. Memodifikasi materi pembelajaran
Tujuan : Rekomendasi program bertujuan untuk memberikan materi pembelajaran yang mudah dipahami oleh siswa yang mengalami lambat belajar.
Sasaran : Seluruh guru dan siswa lambat belajar di sekolah
Penjelasan :
Anak slow learner sebaiknya diberikan materi pembelajaran yang telah dimodifikasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak. Misalnya, buku pegangan yang dijadikan sumber acuan dalam proses belajar di sajikan dengan buku-buku yang bergambar, poster-poster berwarna, memiliki grafik, dan menyajikan materi dengan sarana permainan seperti puzzle. Hal tersebut senada dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pujar dan Gaonkar (2008) yang menyimpulkan bahwa penyajian materi yang bergambar dan memiliki grafik yang menarik pada buku acuan anak slow learner terbukti mampu mempercepat proses pemahaman siswa slow learner terhadap materi pembelajaran. Sugapriya dan Ramachandran (2011) juga telah membuktikan bahwa menyajikan materi pembelajaran pada siswa slow learner dengan model-model animasi dengan berbasis komputer terbukti mampu meningkatkan performansi akademik peserta didik. Selain itu materi juga sebaiknya disajikan dengan penjelasan yang singkat dan konkrit  dan menyajikan materi pembelajaran sekreatif mungkin dalam proses pembelajaran (Malik, 2012).
2. Memodifikasi ruangan kelas
Tujuan : Rekomendasi program bertujuan untuk menciptakan kondisi kelas yang mendukung proses pembelajaran siswa lambat belajar
Sasaran : Seluruh guru dan siswa lambat belajar di sekolah
Penjelasan :
Siswa slow learner sebaiknya dikondisikan di dalam kelas berada di barisan tempat duduk yang dekat dengan guru. Sehingga akses guru untuk mengobservasi atau memberikan penjelasan yang sesuai kemampuan anak lebih mudah. Program mengubah tempat duduk juga bisa silakukan dengan merotasi tempat duduk siswa khususnya tempat duduk siswa slow learner. Teman duduk anak slow learner juga patut dipertimbangkan mengingat anak yang memiliki potensi untuk sering menggangu teman yang lain akan berpotensi mengajak siswa slow learner untuk tidak memperhatikan penjelasan guru.
3. Memodifikasi waktu pengerjaan tugas
Tujuan : Rekomendasi program bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada semua siswa lambat belajar untuk mengerjakan tugas secara mandiri dengan mempertimbangkan karakteristik siswa yang mengalami lambat belajar.
Sasaran : Seluruh guru dan siswa lambat belajar di sekolah
Penjelasan :
Seorang guru harusnya jeli untuk melihat kemampuan masing-masing siswanya di kelas, khususnya siswa yang mengalami slow learner. Pada siswa normal, mereka mampu menyelesaikan tugas dalam waktu 5 menit untuk satu soal, namun perlu disadari bahwa pada anak slow learner waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah persoalan adalah 7- 8 menit.
4. Kelompok belajar teman sebaya
Tujuan : Rekomendasi program bertujuan untuk menciptakan proses pembelajaran yang melibatkan siswa lain dan diharapkan kelompok belajar teman sebaya ini dapat lebih memahamkan siswa lambat belajar terkait materi belajar yang telah diberikan oleh guru sebelumnya.
Sasaran : Siswa dan siswa lambat belajar di sekolah
Penjelasan :
Kelompok belajar teman sebaya dapat dijadikan alternatif oleh guru untuk mentrasfer materi yang sudah diajarkan di dalam kelas namun belum bisa dipahami secara untuk oleh siswa. Teman sebaya berfungsi untuk menyampaikan apa yang telah diterima dan dimengerti olehnya ke siswa slow learner. Beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa ketika siswa slow learner diarahkan untuk berkomunikasi dengan teman sebayanya maka siswa tersebuat akan lebih bisa terbuka dan mudah menerima serta memahami apa yang disampaikan oleh temannya tersebut. Pujar dan Gaonkar (2008) pun telah membuktikan bahwa pembelajaran yang melibatkan teman sebaya siswa slow learner akan sangat membantu dalam memahamkan materi pembelajaran dengan cepat dan tepat. Manfaat pembelajaran dengan teman sebaya ini juga telah dibuktikan oleh Suranjana dkk (2015) yang menyatakan bahwa kelompok teman sebaya dapat dijadikan wadah untuk melakukan pengulangan (remedial) pembahasan materi-materi yang belum dipahami oleh siswa slow learner  di dalam kelas.
5. Latihan menampilkan perilaku yang tepat setiap hari
Tujuan: Rekomendasi program bertujuan untuk membentuk perilaku positif siswa lambat belajar dengan memperlihatkan model perilaku positif teman sebaya
Sasaran: Siswa dan siswa lambat belajar di sekolah
Penjelasan :
Menghadirkan sosok di dalam kelas atau lingkungan sekolah yang bisa dijadikan role model oleh siswa dalam menampilkan perilaku atau aktivitas yang positif dan menunjang keberhasilan proses akademik siswa slow learner. Kondisi ini tidak terlepas dari pemberian reward pada siswa yang berhasil menampilkan perilaku sesuai dengan apa yang dijadikan role model  bagi dirinya.
6. Pemberian penguatan dan umpan balik segera
Tujuan: Rekomendasi program bertujuan untuk memberikan apresiasi pada setiap perilaku positif yang ditampilkan siswa.
Sasaran: Para guru, orangtua, dan siswa lambat belajar di sekolah
Penjelasan :
Penguatan dan umpan balik segera untuk menghargai (setiap) positif siswa sangat penting dilakukan untuk mempertahankan perilaku tersebut. Pada setiap inisitif yang diperlihatkan siswa, tugas yang selesai dikerjakan, dan prestasi yang dicapai, umpan balik segera, misalnya dalam bentuk pujian guru dan tepuk tangan dari teman sangat membantu siswa lamban belajar dalam meningkatkan harga diri dan rasa percaya diri siswa.
7. Pengajaran remedial
Tujuan: Rekomendasi program bertujuan untuk memberikan pendampingan khusus kepada siswa dalam proses pembelajarannya di sekolah dan menjadi wadah untuk bekerjasama dengan orangtua dalam mendampingi proses belajar siswa.
Sasaran: Para guru, orangtua, dan siswa lambat belajar di sekolah
Penjelasan :
Berdasarkan hasil asesmen dan analisis permasalahan yang dihadapi sekolah maka praktikan menganggap bahwa rekomendasi program remedial yang merupakan bentuk sistematis dari pelaksanaan pendampingan belajar yang selama ini dilakukan oleh beberapa guru perlu dipertimbangkan. Diharapkan dengan adanya program remedial ini, siswa-siswi yang memiliki hambatan/kesulitan dalam proses belajarnya dapat mendapatkan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhannya. Melalui perencanaan program ini, guru juga diharapkan dapat melakukan pendampingan dan prosedur yang sistematis sehingga pelaksanaan pendampingan/remedial dapat terlaksana secara efektif dan memperoleh output dari pelaksanaan program remedial ini memuaskan. Diharapkan juga dengan disosialisasikannya program remedial ini, pihak orangtua dapat bekerjasama dengan guru untuk memberikan pendampingan untuk siswa

No comments for "Intervensi: Strategi Pembelajaran Siswa Slow Learner"

Berlangganan via Email