Intervensi Psikologi: Pendekatan Pendidikan Anak Berbakat

Intervensi Psikologi: Pendekatan Pendidikan Anak Berbakat


Demi tercapainya pendidikan yang tepat bagi anak berbakat perlu dipikirkan beberapa cara dan apa yang harus dilakukan orang tua, lingkungan masyarakat dan lingkungan sekolah agar dapat ikut berpartisipasi dalam pendidikan anak berbakat.
Untuk menunjang berhasilnya usaha itu hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu (Tirtonegoro,2001):
1. Orang tua maupun masyarakat hendaknya dapat mengidentifikasi Anak berbakat sedini mungkin. Untuk itu perlu diberikan informasi yang disebarluaskan.
2. Peran orang tua dan masyarakat terhadap perkembangan anak berbakat harus dibina. Untuk itu orang tua dan masyarakat perlu memahami problematika serta membimbingnya,
3. Orang tua dapat melibatkan diri dalam pengembangan pelayanan pendidikan Anak berbakat dengan cara.
a) Bekerja sama dengan guru sejak pra sekolah
b) Ikut menyusun konsep program pendidikan bagi anak berbakat untuk menampung minat kebutuhan dan potensi yang dimiliki anak berbakat.
4. Peranan orang tua dan masyarakat dalam mengusahakan lingkungan yang menunjang pengembangan anak berbakat anatara lain yaitu :
a) Menciptakan lingkungan rumah/keluarga yang serasi, selaras dan seimbang dengan diri anak berbakat.
b) Menyiapkan sarana lingkungan fisik-alam-sosial yang memungkinkan anak dapat mengembangkan bakatnya.

Beberapa Saran untuk Orang Tua yang Mempunyai Anak berbakat
1. Orang tua perlu mengetahui ciri-ciri anak berbakat agar dalam pengarahannya dapat menyesuaikan diri dalam hubungannya di rumah, kemajuan belajarnya disekolah, serta pergaulannya di masyarakat, sehingga dapat melayani kebutuhan-kebutuhan anaknya demi berhasilnya pendidikannya. Sekiranya melihat gejala-gejala yang menggambarkan karaktersitik anak berbakat orang tua yang ingin tahu kepastiannya ke Biro konsultasi yang dapat mendiagnosa secara pasti. 
2. Perlu dimengerti bahwa umur mental anak berbakat lebih tinggi dengan umur kalendernya, maka apabila anak senang bergabung/berteman dengan anak yang lebih tua umurnya jangan tergesa-gesa dimarahi. Carikan teman yang dapat mengembangkan intelektual dan sikap sosialnya.
3. Kalau anak mempelajari buku-buku pelajaran kakak-kakaknya, anak tersebut jangan dimarahi tetapi harus diarahkan. Sediakanlah perpustakaan kecil dirumah sebagai penunjang kurikulum di sekolah sekaligus untuk bahan pengayaan. Sediakanlah fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan anak, tempat belajar yang baik, kesempatan-kesempatan untuk percobaan, penyediaan bahan disamping bantuan moral yang berupa dorongan pengertian (acceptance) dan bimbingan,
4. Perlu dimengerti bahwa anak berbakat yang tergolong genius cenderung menunjukkan sifat-sifat yang negatif seperti emosional intoleran, egois, suka menyendiri, serta ekstrensik. Anak genius yang seperti itu terpusat kepada tugas-tugas yang sedang ditekuni, kadang-kadang lupa tugasnya sehari-hari. Orang tua wajib memperingatkan dengan halus, diberi keterangan yang masuk akal sehingga penjelasan itu dapat diterima anak dengan penuh pengertian. Adapun jika orang tua ingin melarang sesuatu harus dengan alasan yang tepat dan logis.
5. Anak yang tergolong genius disamping umur mental yang sangat tinggi namun tetap memiliki jiwa kekanak-kanakan. Hal tersebut dapat terlihat apabila anak super 10 tahun telah lulus sekolah menengah tapi ia tetap masih senang bermain kelereng dengan teman sebayanya.
6. Anak berbakat jangan ditekan tetapi juga jangan didewa-dewakan dengan anggapan ia anak luar biasa atau istimewa.   

No comments for "Intervensi Psikologi: Pendekatan Pendidikan Anak Berbakat"

Berlangganan via Email