Intervensi Modifikasi Perilaku: Kelemahan Prosedur Extinction - Psikolog Sekolah

Latest

Monday, March 11, 2019

Intervensi Modifikasi Perilaku: Kelemahan Prosedur Extinction

Intervensi Modifikasi Perilaku: Kelemahan Prosedur Extinction


a. Efek tidak terjadi dengan segera
Efek extintion biasanya tidak seketika terjadi. Setelah konsekuensi penguatan dihilangkan, sasaran perilaku tetap berlangsung sampai waktu tertentu. Ini dapat menimbulkan masalah dalam penerapannya. Perilaku yang membahayakan subjek atau membahayakan orang lain harus dihentikan segera. Bila tidak mungkin dikombinasikan dengan cara lain, maka perilaku tersebut tidak cocok dihentikan dengan prosedur extintion.
b. Frekuensi dan intensitas sementara meningkat
Pada saat permulaan pengaut tidak diberikan, frekuensi dan intensitas perilaku sasaran cenderung bertambah sehingga dibutuhkan waktu yang tepat untuk menghentikan pemberian penguatan.
c. Perilaku-perilaku lain, termasuk perilaku agresif sering timbul
Kenaikan frekuensi dan intensitas sementara sering diikuti oleh perilaku-perilaku lain sebagai usaha mendapatkan penguat, termasuk perilaku agresif.
d. Imitasi perilaku oleh orang lain
Pada permulaan extintion, perilaku yang berulang-ulang dan tidak mendapat perhatian dari orang lai membuat perilaku tersebut akan cenderung ditiru.
e. Kesukaran menemukan penguat yang mengontrol
Kadang-kadang dapat terlihat secara jelas penguat apa yang menimbulkan perilaku berulang. Namun kadang juga sulit untuk menemukan penguat yang jelas terutama bila penguat terjadi pada jadwal yang sangat jarang. Begitu jarangnya sampai seorang pengamat dapat gagal mengenalinya.
f. Kesukaran menghentikan penguatan
Terkadang ditemukan penguat yang tidak mungkin dipisahkan dari perilaku sasaran, karena sudah terpadu alamiah merupakan konsekuensi dari perilaku tersebut.

Penggunaan Efektif Prosedur Extintion
Agar prosedur ini dapat diterapkan secara efektif, perlu adanya beberapa persiapan, antara lain :
a. Menemukan penguat yang dapat memelihara perilaku
Ketika menginginkan prosedur extintion efektif, maka semua sumber penguat harus ditemukan dan dikendalikan. Saat penguat diberikan hanya sesekali berarti memberikan jadwal penguatan yang berselang. Maikn sering penguatan seperti ini dilakukan, maka semakin sulit perilaku tersebut dihapus.
b. Komunikasi jelas dan tegas
Beberapa perilaku tidak perlu dihapus sama sekali, namun dibutuhkan pengontrolan agar tidak berlangsung pada saat-saat tertentu atau berlangsung pada saat-saat tertentu. Bila hal ini yang dikendalikan, maka subjek harus diberi tahu secara jelas dan tegas persyaratan kapan perilaku itu tidak boleh dimunculkan.
c. Menjalankan prosedur ini cukup lama
Ketika peningkatan perilaku pada permulaan prosedur extintion diterapkan, maka sering membuat pengontrol penguatan tidak berfungsi. Berkurangnya perilaku yang perlahan-lahan pada ornag yang menginnginkan perubahan yang cepat akan menimbulkan prasangka bahwa prosedur ini gagal. Hal semacam ini dapat dihindari bila ada pencatatan perilaku sasaran dari hari ke hari.
d. Mengombinasikan dengan prosedur lain
Prosedur extintion lebih efektif bila dikombinasikan dengan prosedur lain, sehingga subjek mendapat pengutan yang dibutuhkan sebagai konsekuensi perilaku yang lebih konstruktif.

Kekeliruan  pada Extinction
Walaupun beberapa individu banyak mengetahui mengapklikasikan modifikasi perilaku dalam usaha untuk menolong kekurangan individu secara perilaku, kerja bagus mereka mungkin tidak dapat diselesaikan oleh yang lainnya yang tidak banyak tahu tentang extinction. Contohnya bahwa seorang anak dalam program untuk orang yang tidak mampu berkembang diperkuat dengan membantu untuk berpakaian sendiri. Lebih jauh, bantuan ini telah ditransfer atau pergi pada pekerjaan atau mengganti bantuan yang tidak dikenal dengan prinsip penguatan positif dan extinction atau dengan program sementara untuk anak. Menghadapi anak yang berpakaian sendiri dan banyak anak yang tidak berpakaian sendiri, bantuan baru kemungkinan besar sungguh akan mengeluarkan waktu menolong anak yang lebih terlambat tetapi menerima sedikit perhatian untuk satu anak. Hal ini biasanya cenderung untuk memberi perhatian yang banyak untuk masalah dan membiarkan situasi dalam hal yang terlihan akan bagus.

Baca juga

No comments:

Post a Comment