Intervensi Modifikasi Perilaku: Mengontrol Perilaku Melalui Teknik Fading

Intervensi Modifikasi Perilaku: Mengontrol Perilaku Melalui Teknik Fading


Pengertian fading
Fading adalah perubahan secara gradual dari sebuah stimulus yan mengontrol respon sehingga respon tersebut pada akhirnya akan mucul sebagai perilaku baik secara parsial ataupun secara menyeluruh. Teknik fading umumnya banyak sesuai digunakan untuk peristiwa-peristiwa umum dalam kehidupan sehari-hari dimana seseorang ingin mengajarkan suatu perilaku pada seseorang lainnya. Misalnya, orang tua yang ingin mengajarkan anak-anaknya untuk berjalan atau naik sepeda atau seorang pelatih dansa yang mengajarkan gerakan-gerakan baru dalam berdansa.
Dalam situasi di mana stimulus exert memegang control yang kuat terhadap respon, fading merupakan teknik fading yang cukup baik digunakan untuk mentransfer kontrol yang mengendalikan respond tersebut pada beberapa stimulus lain. Penemuan teknik fading telah mengarahkan pada perubahan sudut pandang pendidik mengenai proses belajar. secara umum dipahami bahwa individu harus membuat kesalahan terlebih dahulu selama proses belajarnya sehingga dapat mengetahui apa yang tidak harus dilakukan. Bagaiamanapun dalam proses belajar, tidak terjadinya kesalahan dalam proses elajar juga tetap dapat muncul, sehingga jika situasi tersebut terjadi dapat membawa tiga keuntungan bagi prosedur yang melibatkan proses trial and error.
Pertama bahwa error umumnya mengambil waktu-waktu berharga selama proses belajar. kedua, jika error muncul satu kali kemungkinan akan muncul kembali beberapa kali meskipun sudah berusaha dihilangkan, ketiga, tidak diberikannya penguatan ketika muncul error dalam perilaku umumnya akan menghasilkan efek samping negative misalnya tantrum, perilakuk agresaif atau perilaku melarikan diri dari proses belajar.
Teknik fading muncul disepanjang dimensi-dimensi stimulus yang diberikan, misalnya, artinya karakteristik stimulus secara gradual akan terus diubah hingga perilaku yang ingin dibentuk muncul sesuai dengan yang diharapkan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas fading
a. Memilih stimulus akhir yang diinginkan (stimulus yang kita harap dapat menghasilkan perilaku pada bagian akhir dari prosedur fading). Kita harus berhati-hati dalam memilih stimulus ini. Sehingga munculnya respon atas stimulus ini dapat dipertahankan di lingkungan pasien sehari-hari. Salah satu fading yang salah yaitu ketika fading tidak memasukkan aspek-aspek situasi yang sering dijumpai oleh pasien di lingkungannya sehari-hari.
b. Memilih stimulus awal. Penting untuk memilih stimulus awal, yang secara konstan atau reliabel, dapat membangkitkan perilaku yang diinginkan. Stimulus tambahan yang mengontrol perilaku yang diinginkan tetapi bukan merupakan bagian dari stimulus akhir yang diinginkan disebut dengan prompts. Ada berbagai macam prompts, antara lain: verbal prompts, gestural prompts, enviromental prompts, physical prompts. Seorang guru mungkin akan memberikan sebagian atau semua jenis prompt ini untuk memastikan respon yang benar. Memilih beberapa jenis prompt, secara bersamaan, yang secara konstan menghasilkan respon yang diinginkan akan meminimalkan kesalahan dan memperbesar keberhasilan program fading.
c. Memilih langkah-langkah fading. Penting untuk mengawasi secara dekat performa pelajar untuk menentukan seberapa lama seharusnya fading dilaksanakan.

Pedoman penerapan fading yang efektif:
Terdapat tiga pedoman penerapan fading yang efektif, yaitu:
a. Memilih stimulus akhir yang diinginkan. Tentukan secara jelas stimuli apa yang akan diberikan ketika target perilaku seharusnya muncul.
b. Memilih penguat yang pantas, memilih stimulus awal dan langkah-langkah fading:
1) Menentukan secara jelas kondisi ketika perilaku yang diinginkan terjadi.
2) Menentukan secara jelas dimensi-dimensi (misalnya, warna) yang ingin  dipudarkan (fade) untuk mencapai stimulus kontrol yang diinginkan.
3) Menekankan langkah-langkah fading yang spesifik untuk dipatuhi dan aturan-aturan tentang perpindahan dari suatu tahap ke tahap selanjutnya.
c. Merencanakan antisipasi kegagalan: Pemudaran (fading) isyarat-isyarat haruslah secara bertahap sehingga kemunculan kesalahan dapat diminimalkan. Jika kesalahan terjadi, kita harus kembali lagi ke langkah sebelumnya dan melakukan beberapa kali latihan serta memberikan prompt-prompt tambahan.

No comments for "Intervensi Modifikasi Perilaku: Mengontrol Perilaku Melalui Teknik Fading"

Berlangganan via Email