Intervensi: Cara meningkatkan keterampilan sosial Anak

Intervensi: Cara meningkatkan keterampilan sosial Anak



Elliott dan Busse (1991) menjelaskan bahwa penanganan yang berfokus   keterampilan  sosial  didasarkan   pada perilaku positif dan
    menggunakan beberapa metode yang umum digunakan yaitu:
a.    Operant Conditioning
Elliott dan Busse (1991), prosedur pengkondisian operant berfokus pada perilaku yang tampak, dapat diobservasi, dan terdapat kejadian yang berupa antecendent dan consequence ketika perilaku tersebut terjadi. Kontrol pada perilaku kadang diperoleh melalui pemberian penguatan atau hukuman pada perilaku yang terlihat. Metode ini umumnya digunakan untuk meningkatkan social skill performance deficit.
b.    Social Learning
Elliott dan Busse (1991), pembelajaran sosial berakar dari teori Bandura tentang perilaku sosial yang diperoleh individu berasal dari dua jenis pembelajaran yaitu pembelajaran dari hasil pengamatan dan pembelajaran dengan penguatan. Pembelajaran sosial ini sangat erat kaitannya dengan model yang akan mempengaruhi suatu perilaku. Melakukan proses pembelajaran dengan model dimulai dengan adanya proses observasi pada beberapa bentuk perilaku kemudian diikuti oleh performance atau perilaku yang sama oleh individu (Ritandiyono, 2009).
Elliott dan Busse (1991) menjelaskan bahwa modeling bersumber dari berbagai dukungan empiris yang dapat dijadikan alternatif cara mengajarkan seseorang keterampilan sosial. Gresham dan Nagle (1980 dalam Elliott & Busse, 1991)  juga menjelaskan bahwa modeling merupakan salah satu kondisi penanganan yang efektif untuk meningkatkan interaksi sosial yang positif pada diri individu. Pada pelatihan atau pembelajaran keterampilan sosial, modeling dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu modeling pada objek hidup (live modeling) dan modeling dalam bentuk simbol (symbolic modeling). live modeling merupakan jenis modeling di mana target pengamatan perilaku sosial anak diperoleh dari situasi dan kondisi alamiah (misalnya di dalam kelas). Symbolic modeling merupakan jenis modeling di mana target pengamatan perilaku sosial anak diperoleh dari model yang ditayangkan dalam bentuk film atau video. Kedua jenis modeling tersebut terbukti efektif digunakan dalam pembelajaran keterampilan sosial, meskipun yang umum digunakan dalam penilitian empiris yaitu symbolic modeling karena pada penelitian eksperimen terkontrol dikondisikan dengan format presentasi perilaku yang konsisten. Live modeling menyajikan model yang lebih fleksibel misalnya dalam situasi dan kondisi kelas karena memiliki kesempatan untuk melakukan modifikasi pada urutan pemodelan perilaku.
c.    Cognitive-behavioral
Penanganan dengan metode ini berfokus pada keterampilan pemecahan masalah yang berkaitan dengan perilaku yang dapat teramati. Pemecahan masalah tersebut diarahkan pada proses mengubah pikiran mengenai perilaku dan kemampuan untuk membuat perilaku yang tepat.



Sumber:

Elliott, S.N., & Busse, R.T. (1991). Social skills assessment and intervention with children and adolescents: Guidelines for assessment and training procedures. Journal School Psychology International, 12, 63-83.

Ritandiyono. (2009). Seri diktat kuliah: Psikologi belajar. Jakarta: Gunadarma.

No comments for "Intervensi: Cara meningkatkan keterampilan sosial Anak"

Berlangganan via Email