Psikolog Sekolah: Penanganan Bullying di Sekolah pada Perspektif Islam - Psikolog Sekolah

Latest

Friday, September 28, 2018

Psikolog Sekolah: Penanganan Bullying di Sekolah pada Perspektif Islam

Penanganan Bullying di Sekolah pada Perspektif Islam



Keberadaan fenomena bullying di Indonesia yang sudah marak terjadi bukanlah sebuah fenomena yang baru terjadi di abad ini. Fenomena kekerasan ini ternyata sudah ada jauh sebelum peradaban manusia berkembang seperti sekarang . Kondisi tersebut sudah terjadi di zaman Rasulullah saw bahkan Beliau sendiri merupakan tokoh yang berada di garis terdepan dalam memerangi keberadaan bullying.  Banyak hadis yang menjelaskan bahwa Rasulullah saw melarang keras kaum-kaumnya menakut-nakuti, menganiaya, dan menyakiti, baik secara fisik dengan memukul dan melukai, atau dengan verbal seperti mencela, menuduh, mengejek, menghina, menyebarkan aib, serta membuka rahasia saudara sesama muslim.
Bullying jelas merupakan kondisi yang harus dihindari bahkan dihapuskan di dalam kehidupan manusia, khususnya umat muslim karena keberadaannya sungguh akan membuat umat muslim melakukan sebuah ketidak-prikemanusiaan kepada sesama umat muslim yang lain. Hal tersebut sesuai dengan HR Abu Dawud bahwa Rasulullah saw bersabda, “Seorang muslim tidak halal menakut-nakuti Muslim lainnya.” HR Tirmidzi juga memaparkan bahwa Rasulullah bersabda “Barangsiapa yangmencelakai seorang Mukmin, maka Allah akan mencelakai dirinya. Barangsiapa yang membuat berat seorang Mukmin, maka Allah akan membuat berat baginya.”
Peringatan tersebut tidak hanya semata-mata sebuah ucapan angin lalu yang dilisankan oleh Rasulullah. Peringatan itu merupakan sebuah bukti bahwasanya Rasulullah sangat memerangi bulliying. Rasulullah saw menginginkan umatnya menjadi umat yang senantiasa menjaga perbuatan dan lisannya agar tidak menyakiti saudara umat muslim yang lainnya. HR Bukhari, Muslim, Malik, Abu Daud, dan Nasa’i pun memaparkan sabda Rasulullah yang berkaitan dengan kondisi tersebut “Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin lainnya merasa aman dari gangguan lidah dan tangannya.” Rasulullah juga pernah bersabda bahwa “seorang yang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, mengutuk, melakukan perbuatan keji, dan mengucap kata-kata buruk”.
Bullying adalah perilaku atau tindakan fisik dan verbal melukai sesama manusia adalah perbuatan yang terkutuk karena tidak jarang menyebabkan kematian terhadap orang lain. Perlu diingat bahwa Rasulullah pernah bersabda dalam HR Bukhari, Muslim, Malik, Abu Daud, dan Nasa’i bahwa “jika dua orang muslim saling berhadapan dan saling menghunus pedang, maka yang membunuh dan yang terbunuh akan masuk neraka”. Beliau ditanya, “Ya Rasulullah, jika si pembunuh masuk neraka, itu sudah jelas. Lalu mengapa yang terbunuh juga masuk neraka?” Beliau menjawab, “Karena ia pun berniat untuk membunuh temannya.”
Jadi, sudah merupakan hal yang benar dan tepat ketika kita bisa meminimalkan praktek bullying yang ada di lingkungan sekitar kita. Pada dasarnya kesepatan dan peluang untuk melakukan bullying ini terbuka dan semua kalangan dan jenjang umur berpotensi melakukannya. Oleh karena itu, internalisasi dari untaian sabda Rasulullah saw sangat penting.
Baca juga

No comments:

Post a Comment