Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus: Pembelajaran Berdifferensiasi

Diffrentiation of Instruction on The Elementary Grades
By  Carol Ann Tomlinson







Dalam kebanyakan kelas-kelas dasar, beberapa murid perlu berjuang keras dalam belajar, sementara yang lain dapat mudah melakukannya dengan tingkat capaian (Grade-Level) yang melampaui harapan, dan sisanya adalah para murid yang berada di antara keduanya.
Dalam setiap kategori pelajar ini, secara individu juga mereka belajar dengan cara yang beragam dan memiliki minat yang berbeda-beda. Untuk menemukan kebutuhan-kebutuhan dari populasi para pelajar yang bervariasi ini, banyak guru (pengajar) membuat perbedaan dalam instruksi (atau cara mengajar).
Rangkuman ini menggambarkan perbedaan-perbedaan instruksi, mendiskusikan alasan-alasan pembedaan instruksi tersebut, membahas apa yang membuat keberhasilannya, dan mengusulkan bagaimana para guru dapat mulai menerapkannya.

APA ITU PEMBELAJARAN YANG DIBEDAKAN?
Pada tingkatnya yang paling mendasar, perbedaan itu terdiri dari upaya-upaya (atau karya) dari para guru dalam merespon perbedaan-perbedaan (variance) diantara para murid di dalam kelas belajar.

Bilamana seorang guru menyentuh (mendekati) individu atau kelompok kecil untuk mengubah pengajarannya (cara mengajarnya) dengan tujuan untuk menggagas (mengkreasi) kemungkinan terjadinya pengalaman belajar yang terbaik, maka guru tersebut “sedang membuat perbedaan/pembedaan pengajaran”, atau differentiating instruction

Para guru dapat membuat perbedaan paling sedikit empat elemen kelas belejar berdasarkan Kesiapan, Minat, dan Profil Belajar para murid; sebagai berikut:
(1) Content. Apa yang dibutuhkan pelajar untuk dipelajari, dan bagaimana pelajar dapat mengakses informasi
(2) Process. Kegiatan yang di dalamnya pelajar dapat melibatkan diri dengan tujuan untuk membangun rasa menguasai content
(3) Products. Mencapai puncak rancangan yang meminta para pelajar untuk berlatih berulang-ulang, menerapkan, dan memperluas apa yang telah dipelajari dalam satu unit, dan
(4) Learning environment. Cara bagaimana kelas tersebutberlangsung dan memberi kenyamanan sesuai rancangan belajar.

CONTENT
Contoh pembedaan conten pada tingkat dasar (elementary level), mencakup hal-hal berikut:
(1) Menggunakan bahan bacaan yang dapat dibaca dari berbagai tingkat
(2) Memasukkan materi bacaan dalam tape.
(3) Gunaan ejaan dan daftar kosakata sesuai tingkat kesiapan pelajar
(4) Presentasikan gagasan menggunakan kedua alat: Auditory dan Visual.
(5) Menerapkan reading buddies: yaitu “setiap pelajar membaca berpasangan dengan teman baiknya”.
(6) Pertemuan dalam kelompok-kelompok kecil untuk mengajarkan suatu gagasan atau keterampilan sebagai pelajar yang berjuang, dan untuk memperluas pemikiran atau keterampilan-keterampilan sebagai pelajar yang maju.

PROCESS
Contoh pembedaan Proses dan Kegiatan pada tingkat dasar (elementary level), mencakup hal-hal berikut:
(1) Gunakan kegiatan-kegiatan bertingkat (berbeda tingkat) yang melalui kegitan-kegiatan tersebut semua pelajar bekerja dengan pemahaman dan keterampilan penting yang sama, tetapi berproses dengan tingkat dukungan, tantangan, dan kompleksitas yang berbeda,
(2) Sediakan pusat-pusat peminatan yang mendukung para pelajar untuk mengeksplorasi sub-bidang (subset) dari topik bahasan pada kelas mereka yang menjadi minat utama (minat khusus) bagi mereka,
(3) Mengembangkan agenda-agenda perorangan (daftar tugas ditulis oleh guru yang berisi kegiatan bersama untuk kelas secara keseluruhan, dan kegiatan yang secara khusus ditujukan kepada setiap pelajar berdasarkan minat mereka)
(4) Menawarkandukunganlangsung yang lebihbagi para pelajar yang membutuhkan
(5) Mengubah durasiwaktu menjadi lebihpanjang bagi pelajar dalam menyelesaikan tugas sehingga adanya dukungan tambahan bagi pelajar yang kesulitan atau untuk menarik pelajar yang sudah mampu untuk mengejar sebuah topik di tingkat yang lebih dalam.

PRODUCTS
Contoh pembedaan Hasil (Products) pada tingkat dasar (elementary level), mencakup hal-hal berikut:
(1) Memberikan kepada para pelajar opsi-opsi “bagaimana mengungkapkan keperluan atau kewajiban belajar” (misalnya pertunjukan boneka, menulis surat, lukisan dinding berlabel, dan lain-lain)
(2) Menggunakan rubrik yang sesuai dan memperluas berbagai macam tingkat keterampilan
(3) Memperbolehkan para pelajar untuk bekerja sendiri atau dalam kelompok kecil untuk product-nya
(4) Mendorong para pelajar untuk menggagas product sendiri sepanjang memenuhi elemen yang dipersyaratkan

LINGKUNGAN BELAJAR
Contoh pembedaan Lingkungan Belajar pada tingkat dasar (elementary level), mencakup hal-hal berikut:
(1) Memastikan belajar dalam ruangan yang tenang, tanpa gangguan dan mengundang pelajar untuk bekerjasama
(2) Menyediakan materi yang merefleksikan keberagaman kultur, dan keadaan rumah
(3) Menyiapkan pedoman yang jelas dan sesuai dengan kebutuhan individu untuk bekerja sendiri
(4) Mengembangkan rutinitas yang membolehkan para pelajar mendapatkan bantuan apabila para guru sibuk dengan pelajar yang lain sehingga tidak dapat membantu mereka dengan segera, dan
(5) Membantu pelajar untuk memahami bahwa beberapa pelajar perlu berkeliling di sekitar untuk belajar, sementara yang lain sedang duduk tenang (sedang fokus berkonsentrasi).

Kenapa membedakan cara mengajar (Differentiated Instruction) pada sekolah tingkat dasar?
Para pelajar di tingkat dasar sangat berbeda-beda (sangat bervariasi), dan jika para guru ingin memaksimalkan potensi para muridnya secara individu, maka mereka harus hadir ke dalam perbedaan tersebut.

Terdapat banyak bukti bahwa para pelajar lebih sukses di sekolah dan menemukan kepuasannya jika mereka diajar (dibimbing) melalui cara yang responsif terhadap tingkat kesiapannya, minatnya, dan profil belajarnya.

Alasan lain membedakan cara mengajar (differentiating instruction) berkaitan dengan profesionalisme para guru. Para guru yang ahli selalu penuh perhatian pada keberagama (variasi) kebutuhan belajar murid-muridnya, untuk membuat perbedaan instruksi, kemudian, menjadi pendidik yang lebih kompeten, kreatif, dan profesional.

Apa yang membuat pembedaan instruksi dapat mencapai sukses?
Faktor terpenting dalam pembedaan, bahwa membantu para murid mencapai lebih banyak dan merasa lebih terlibat dalam proses belajar di sekolah memastikan bahwa pembedaan yang dilakukan oleh guru tersebut adalah Instruksi dan Kurikulum Bermutu Tinggi.

Sebagai contoh, guru dapat menilai bahwa:
(1) Kurikulum berfokus dengan jelas pada informasi dan pemahaman yang sangat dihargai oleh ahli dengan disiplin tertentu,
(2) Pelajaran, kegiatan, dan hasil-hasilnya dirancang untuk memastikan bahwa para pelajar bergulat dengannya, menggunakannya, dan sampai pada tingkat memahami secara mendasar (paham esensinya),
(3) Materi dan tugas-tugas dalam proses belajar menarik bagi para murid, dan relevan bagi mereka,
(4) Pembelajaran aktif, dan
(5) Terjadi keceriaan dan kepuasan bagi para murid

Satu tantangan bagi para guru dalam menjalankan pembedaan di sebuah kelas belajar adalah kebutuhan melakukan refleksi mutu secara konstan bahwa: “apa yang dibedakan?”

TIDAK ADA RESEP UNTUK MELAKUKAN PEMBEDAAN
Ini adalah sebuah cara berfikir tentang mengajar dan belajar yang menilai secara individu dan dapat diwujudkan kedalam kelas dengan praktek dalam banyak cara.

BERIKUT ADALAH PRINSIP-PRINSIP DAN KARAKTERISTIK YANG BERMANFAAT DALAM MENYUSUN SEBUAH PEMBEDAAN KELAS YANG DAPAT DIPERTAHANKAN

A) Lakukan Assessment, dan ketika assessment berjalan, secara ketat hasilnya berkaitan langsung dengan instruksi yang dibangun
Para pengajar adalah pemburu dan pengumpul informasi bagi para anak didiknya, dan bagaimana cara agar para pelajar tersebut belajar pada titik yang paling menguntungkan
Apapun yang para guru dapat kumpulkan tentang kesiapan, minat, dan pembelajaran, semuanya akan membantu guru tersebut dalam merencanakan langkah-langkah berikutnya untuk proses belajar (instruction)

B) Guru bekerja keras untuk memastikan tersusunnya kegiatan-kegiatan berharga yang dipatuhi bagi semua pelajar
1. Pekerjaan bagi setiap pelajar harus berada pada tingkat yang setara, yaitu sama-sama menarik, sama-sama merupakan kebutuhan mereka, dan sama-sama fokus pada pemahaman mendasar dan keterampilan
2. Seharusnya tidak terdapat kelompok belajar yang sering melakukan “latihan yang tumpul sekenanya”, maupun kelompok belajar yang “senantiasa melakukan kesalahan”
3. Setiap murid secara terus-menerus bekerja dengan tugas-tugas yang oleh para murid dan para guru dipandang sebagai sebagai sesuatu yang “Bermanfaat dan Bernilai”

C) Pengelompokan murid-murid secara fleksibel adalah CIRI dari kelas yang bersangkutan
1. Para guru merencanakan perluasan atau perpanjangan periode instruksi, sehingga semua murid berkesempatan bekerja dengan pasangan sebaya yang bervariasi setelah akhir dari setiap periode dari hari ke hari.
2. Guru dapat menentukan siapa murid-murid yang masuk dalam suatu kelompok, tapi pada waktu lain para murid dapat memilih sendiri dengan siapa masing-masing akan bekerja dalam suatu kelompok
3. Pengelompokan secara fleksibel memberi kesempatan kepada setiap pelajar untuk menilai diri mereka dalam berbagai konteks, dan membantu guru mereka dalam “Mencoba” para murid berada pada kelompok yang berbeda dan dengan jenis kegiatan yang berbeda.

D) Cara terbaik untuk memulai pembedaan
1. Para guru berbeda-beda sebagaimana murid-murid mereka. Beberapa guru secara alami dan bergegas melakukan “Pembedaan Instruksi” secara dini pada awal karier mereka.
2. Sementara guru yang lain, membentuk kesungguhan diri dengan fleksibel dan merespon kelas dengan rasa takut, atau penuh keraguan.
3. Sangat membantu bagi seorang guru yang ingin menjadi lebih efektif dalam melakukan pembedaan, yaitu: “mengingat untuk menyeimbangkan kebutuhan dirinya dengan kebutuhan murid-muridnya”

SEKALI LAGI, TIDAK ADA RESEP UNTUK MEMBUAT PEMBEDAAN

Namun demikian, pedoman berikut bermanfaat bagi banyak guru ketika mereka memulai melakukan pembedaan, memulai lebih proaktif melakukan pembedaan, atau menyaring untuk menemukan sebuah kelas yang sudah dapat disebut “Melakukan Pembedaan”.

1. Sering membayangkan (dan atau menguraikan) kecocokan atau kesamaan antara kelas anda dengan FILOSOFI mengajar dan belajar yang ingin anda terapkan. Carilah kecocokan dan ketidakcocokan, dan gunakan keduanya untuk menuntun anda.
2. Gagaslah gambar jiwa (a mental image) seperti apa yang anda inginkan terjadidalamkelas anda dan gunakan hal itu untuk membantu anda merencanakan dan menilai perubahan
3. Persiapkan para pelajar dan para orang tua untuk suatu Perubahan Kelas, sehingga mereka adalah mitra anda dalam membuatnya menjadi bagus dan cocok bagi setiap orang. Pastikan anda sering berbicara dengan para murid tentang kelas tersebut – Mengapa, Bagaimana, dan Apa yang dapat dilakukan oleh setiap orang untuk membantu.
4. Mulailah melakukan perubahan pada satu langkah yang mendorong anda setidaknya dapat melampaui zona nyaman anda (your comfort zone) –bukan menduplikasi praktek masa lalu dan juga bukan mencoba untuk merubah segala sesuatu sepanjang malam. Anda boleh mulai dengan hanya satu subyek, hanya pada suatu saat pada hari ini, atau hanya satu elemen kurikulum (content, process, products, atau learning environment)
5. Berfikirlah hati-hati mengenai manajemen sehari-hari, – misalnya memberikan perintah, memastikan para murid mengetahui bagaimana berpindah (bergerak) di sekitar ruang kelas, dan memastikan para murid mengetahui dimana meletakkan pekerjaan dan kapan mereka menyelesaikannya.
6. Ajarkan keseharian pada murid-murid dengan hati-hati, pantau efektifitas dari kegiatan harian, dan bahas hasilnya dengan para murid.
7. Ambillah waktu kosong (libur) dari perubahan untuk mendapatkan kembali energi anda, dan untuk menilai bagaimana segala sesuatu berlanjut.
8. Nikmati perkembangan anda. Satu dari kegembiraan besar mengajar adalah mengakui bahwa guru selalu memiliki lebih banyak untuk belajar daripada muridnya, dan bahwa belajar lebih memberi kekuatan bagi orang dewasa daripada para pelajar.

No comments for "Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus: Pembelajaran Berdifferensiasi"

Berlangganan via Email